KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sungai Mahakam kembali bergemuruh dengan suara mesin ketinting. Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi tuan rumah Open Race Balap Ketinting Mahakam Jilid 2 yang digelar selama dua hari, 13–14 September 2025. Ribuan penonton memadati tepian sungai untuk menyaksikan adu kecepatan yang penuh adrenalin ini.
Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, ajang ini juga memberi manfaat besar bagi pelaku usaha kecil. Kehadiran pedagang kaki lima hingga UMKM di sekitar lokasi lomba terbukti mendongkrak perputaran ekonomi warga. Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menyebut penyelenggaraan lomba balap ketinting memang dirancang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi sekaligus pelestarian tradisi.
“Yang pertama tentu untuk menggerakkan perekonomian UMKM. Kedua, sebagai wadah mempererat silaturahmi para rider. Dan yang ketiga, untuk mengenalkan Desa Segihan kepada khalayak luas, bahwa kita juga aktif menjaga dan melestarikan perlombaan tradisional di Kutai Kartanegara,” terang Hendra, Minggu (14/9/2025).
Lomba kali ini melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah desa bersama Persatuan Olahraga Ketinting (POK) Kukar bahu-membahu memastikan jalannya kegiatan berlangsung lancar. Antusiasme peserta pun tak kalah besar, dengan kehadiran pembalap dari sejumlah kecamatan di Kukar hingga Kabupaten Kutai Barat.
Kompetisi terbagi dalam dua kategori, yakni kelas 250 cc piston 75 mm dan 500 cc piston 94 mm. Kedua kelas tersebut menyajikan pertarungan sengit antar peserta yang disambut sorak-sorai penonton di sepanjang Sungai Mahakam.
Hendra berharap tradisi lomba balap ketinting ini bisa terus dilestarikan dan ditingkatkan di masa mendatang. “Ke depan, kegiatan ini harus terus kita budayakan. Harapannya, selain melestarikan tradisi, dampaknya juga semakin besar dalam mengangkat perekonomian warga Desa Segihan,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan, Open Race Balap Ketinting Mahakam Jilid 2 membuktikan bahwa sebuah ajang olahraga tradisional mampu menghadirkan hiburan, memperkuat silaturahmi, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Pewarta & Editor : Fairuzzabady












