Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 19 Mei 2025 09:15 WITA ·

Meski Gelar Berakhir, Api Semangat Pelestarian Budaya Para Sadi dan Sengkaka Tetap Membara


 Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id) Perbesar

Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu.

Itulah yang terlihat jelas dari 24 finalis Sadi dan Sengkaka Duta Budaya 2025 asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang memukau dalam Malam Rekat Budaya, pada Sabtu (17/5/2025) malam.

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari rangkaian menuju pemilihan grand final Duta Budaya Kukar.

Para finalis menampilkan beragam kesenian tradisional yang tidak hanya menarik, tapi sarat makna. Dari Tari Topeng dan Tari Oleg yang memukau, hingga permainan tradisional seperti begasing dan behempas, serta pembacaan puisi dan tarsul, semua dipersembahkan dengan sepenuh hati.

Penampilan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk nyata kecintaan dan penghormatan mereka terhadap akar budaya daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo, menegaskan bahw,a tugas para Duta Budaya tidak berhenti saat masa jabatan mereka berakhir.

“Meskipun masa tugas mereka hanya sementara, semangat untuk menjaga dan mengembangkan budaya harus tetap hidup,” ujarnya.

“Mereka adalah wajah budaya Kukar di masyarakat dan pendorong utama pelestarian budaya di masa depan,” sambungnya.

Puji Utomo menambahkan bahwa alumni Sadi dan Sengkaka memiliki peran penting dalam mengedukasi dan membina masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus mengenal dan mencintai budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar kompetisi atau gelar, melainkan sebuah panggilan jiwa yang harus dihidupi sepanjang hayat.

“Menjadi Sadi dan Sengkaka bukan sekadar gelar atau status, ini adalah komitmen jangka panjang untuk menjadi pelopor budaya, menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan lestari di tangan generasi berikutnya,” tutup Puji Utomo. (ADV/DiskdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH