Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis, 58 Orang Diamankan Polisi PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

BERITA DAERAH · 19 Mei 2025 09:15 WITA ·

Meski Gelar Berakhir, Api Semangat Pelestarian Budaya Para Sadi dan Sengkaka Tetap Membara


 Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id) Perbesar

Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu.

Itulah yang terlihat jelas dari 24 finalis Sadi dan Sengkaka Duta Budaya 2025 asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang memukau dalam Malam Rekat Budaya, pada Sabtu (17/5/2025) malam.

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari rangkaian menuju pemilihan grand final Duta Budaya Kukar.

Para finalis menampilkan beragam kesenian tradisional yang tidak hanya menarik, tapi sarat makna. Dari Tari Topeng dan Tari Oleg yang memukau, hingga permainan tradisional seperti begasing dan behempas, serta pembacaan puisi dan tarsul, semua dipersembahkan dengan sepenuh hati.

Penampilan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk nyata kecintaan dan penghormatan mereka terhadap akar budaya daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo, menegaskan bahw,a tugas para Duta Budaya tidak berhenti saat masa jabatan mereka berakhir.

“Meskipun masa tugas mereka hanya sementara, semangat untuk menjaga dan mengembangkan budaya harus tetap hidup,” ujarnya.

“Mereka adalah wajah budaya Kukar di masyarakat dan pendorong utama pelestarian budaya di masa depan,” sambungnya.

Puji Utomo menambahkan bahwa alumni Sadi dan Sengkaka memiliki peran penting dalam mengedukasi dan membina masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus mengenal dan mencintai budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar kompetisi atau gelar, melainkan sebuah panggilan jiwa yang harus dihidupi sepanjang hayat.

“Menjadi Sadi dan Sengkaka bukan sekadar gelar atau status, ini adalah komitmen jangka panjang untuk menjadi pelopor budaya, menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan lestari di tangan generasi berikutnya,” tutup Puji Utomo. (ADV/DiskdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH