Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 19 Mei 2025 09:15 WITA ·

Meski Gelar Berakhir, Api Semangat Pelestarian Budaya Para Sadi dan Sengkaka Tetap Membara


 Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id) Perbesar

Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu. (Indirwan/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gelar sebagai Duta Budaya memang bersifat sementara, namun semangat untuk melestarikan budaya lokal harus terus menyala sepanjang waktu.

Itulah yang terlihat jelas dari 24 finalis Sadi dan Sengkaka Duta Budaya 2025 asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang memukau dalam Malam Rekat Budaya, pada Sabtu (17/5/2025) malam.

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari rangkaian menuju pemilihan grand final Duta Budaya Kukar.

Para finalis menampilkan beragam kesenian tradisional yang tidak hanya menarik, tapi sarat makna. Dari Tari Topeng dan Tari Oleg yang memukau, hingga permainan tradisional seperti begasing dan behempas, serta pembacaan puisi dan tarsul, semua dipersembahkan dengan sepenuh hati.

Penampilan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk nyata kecintaan dan penghormatan mereka terhadap akar budaya daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo, menegaskan bahw,a tugas para Duta Budaya tidak berhenti saat masa jabatan mereka berakhir.

“Meskipun masa tugas mereka hanya sementara, semangat untuk menjaga dan mengembangkan budaya harus tetap hidup,” ujarnya.

“Mereka adalah wajah budaya Kukar di masyarakat dan pendorong utama pelestarian budaya di masa depan,” sambungnya.

Puji Utomo menambahkan bahwa alumni Sadi dan Sengkaka memiliki peran penting dalam mengedukasi dan membina masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus mengenal dan mencintai budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar kompetisi atau gelar, melainkan sebuah panggilan jiwa yang harus dihidupi sepanjang hayat.

“Menjadi Sadi dan Sengkaka bukan sekadar gelar atau status, ini adalah komitmen jangka panjang untuk menjadi pelopor budaya, menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan lestari di tangan generasi berikutnya,” tutup Puji Utomo. (ADV/DiskdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH