Menu

Mode Gelap
Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AMSI Wilayah Kepri Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026 Harga Terjangkau untuk Warga, Otorita IKN Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Kawasan Nusantara Otorita IKN Terus Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Nusantara Sosialisasi SPBE dan Pemerintahan Digital Dorong Akselerasi Transformasi Menuju Indonesia Digital 2045

BERITA DAERAH · 21 Nov 2023 08:45 WITA ·

Mistis Nan Eksotis, Ritual Hudoq Hiba Dari Dayak Kenyah


 Mistis Nan Eksotis, Ritual Hudoq Hiba Dari Dayak Kenyah Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Tarian hudoq hiba merujuk kepada satu jenis tarian yang menjadi ciri budaya masyarakat Dayak Kenyah.

Tarian ini telah diturunkan secara turun temurun dan memainkan peranan penting dalam perlindungan dan kesejahteraan masyarakat Dayak Kenyah.

Salah satu tujuan utama tarian ini adalah untuk mengusir hama yang dapat merusak hasil tanaman dan mengancam sumber kehidupan masyarakat setempat.

Tidak hanya berfungsi sebagai pengusir hama, tarian hudoq hiba juga mempunyai fungsi spiritual yang melibatkan pengusiran roh-roh jahat yang bisa merugikan masyarakat Dayak Kenyah secara fisik dan spiritual.

Diceritakan oleh ketua Kelompok Sadar Wisata Masyarakat Sungai Bawang, Kahang Lawai menjelaskan bahwa ritual tarian hudoq hiba ini melibatkan gerakan-gerakan khas yang menggambarkan interaksi antara manusia dan alam.

Para penari menggunakan gerakan tubuh mereka yang koordinatif dan indah, melambangkan interaksi dan keseimbangan antara manusia, makhluk hidup, dan alam semesta.

Bagi masyarakat Dayak Kenyah, gerakan serta irama musik yang dimainkan dalam tarian ini merupakan simbol dari kehidupan dan persepsi mereka terhadap dunia.

“Jadi tarian hudoq hiba ini merupakan tarian ritual yang biasanya digunakan sebagai ritual pengusiran hama, biasanya kalua kita melakukan taian hudoq hiba itu disaat musim panen disaat banyak hama” terang Kahang.

Tarian hudoq hiba juga mengandung elemen-elemen kostum yang unik dan mencolok. Para penari mengenakan topeng dan kostum yang diperbuat daripada bahan-bahan organik seperti daun, Jelutung, Pelay, atau Kemiri yang ringan dan tahan lama dan bulu-bulu burung sebagai simbol perlindungan dan daya tahan terhadap bahaya dan roh-roh jahat.

Pakaian yang dipakai oleh penari juga dihiasi dengan hiasan-hiasan tradisional yang mencerminkan keahlian dan kreativitas masyarakat Dayak Kenyah.

Secara keseluruhan, tarian hudoq hiba adalah satu bentuk seni dan warisan budaya yang membawa makna mendalam bagi masyarakat Dayak Kenyah. Ia menjadi sarana ekspresi dan alat perlindungan bagi mereka dalam menjaga keseimbangan harmoni dengan alam dan mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“Hudoq hiba supernatural dalam tradisi Dayak kenyah untuk mengusir roh orh jahat yang mengganggu kehidupan bermasyarakat, secara ritual mengusir hal hal yang tidak berkenan bagi masyarakat Dayak kenyah,” lanjut Kahang

Melalui tarian ini, penghargaan terhadap kehidupan, alam, dan kekuatan spiritual tercermin dengan jelas dan menjadikan tarian hudoq hiba sebagai simbol penting dalam identitas dan kebudayaan masyarakat Dayak Kenyah.

Tarian ini biasanya ditampilkan juga pada saat perayaan pasca panen dan pertunjukan tertentu. Tarian ini identik dengan penggunaan topeng yang menutupi seluruh wajah penari-penarinya.

Selain itu, tarian ini juga menampilkan keindahan dan keunikan pakaian adat khas suku Dayak Kenyah yang mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam dari masyarakatnya.

Pakaian yang digunakan oleh para penari ini terbuat dari kain tradisional yang sarat dengan motif-motif yang melambangkan makna dan nilai-nilai dalam kehidupan suku Dayak Kenyah.

Penggunaan topeng dalam tarian ini juga memiliki makna simbolis yang mengaitkan penari dengan dunia roh dan arwah leluhur mereka, sehingga menciptakan atmosfer magis dan mistis dalam penampilan mereka.

Dengan demikian, tarian ini tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan budaya yang dalam dan memperkaya pengalaman penonton.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kaltim: Pendidikan Kontekstual Diperlukan untuk Tekan Ketimpangan Antarwilayah

10 Desember 2025 - 13:42 WITA

DPRD Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Lokal sebagai Strategi Pembangunan SDM

10 Desember 2025 - 13:41 WITA

DPRD Kaltim Dukung Penguatan Implementasi KUHP Baru Lewat Kerja Sama Pemprov–Kejati

10 Desember 2025 - 13:08 WITA

DPRD Kaltim: Pendidikan Harus Diperkuat Teknologi, Bukan Hanya Bangunan

10 Desember 2025 - 11:43 WITA

DPRD Kaltim Pertanyakan Sekolah Menengah yang Masih Beli Buku Fisik

10 Desember 2025 - 10:42 WITA

Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Rendahnya Serapan Anggaran OPD

9 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di BERITA DAERAH