Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 2 Okt 2025 14:15 WITA ·

Pemkot Samarinda Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG


 Petugas menyiapkan makanan bergizi gratis untuk siswa penerima manfaat di Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan kualitas bahan baku dan proses distribusi guna memastikan program berjalan aman dan sesuai standar. (Hendrikus Gantur/ Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Petugas menyiapkan makanan bergizi gratis untuk siswa penerima manfaat di Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan kualitas bahan baku dan proses distribusi guna memastikan program berjalan aman dan sesuai standar. (Hendrikus Gantur/ Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia. Langkah ini ditempuh sebagai upaya antisipasi terhadap potensi persoalan keamanan pangan yang sempat terjadi di beberapa daerah.

Pengawasan ketat melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari proses penyediaan bahan baku hingga distribusi makanan ke sekolah. Tujuannya, memastikan program ini benar-benar berjalan sesuai standar, aman dikonsumsi, dan memberi dampak positif terhadap tumbuh kembang anak penerima manfaat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan perlunya perbaikan menyeluruh pada sistem operasional vendor penyedia makanan. Ia menilai kesalahan dalam pengelolaan bahan baku dapat berakibat fatal bagi kesehatan siswa.

“Pengawasan harus diperketat, terutama pada tahap pengelolaan bahan baku. Vendor wajib menyiapkan fasilitas penyimpanan seperti freezer agar kualitas dan kesegaran makanan tetap terjaga,” tegas Andi Harun.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Samarinda, Suwarso, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan langsung di lapangan. Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada vendor serta petugas pengawas untuk memastikan semua pihak memahami standar yang berlaku.

“Evaluasi dan penyempurnaan sistem akan terus dilakukan. Kami juga mengingatkan vendor agar selalu patuh pada aturan yang ada demi kelancaran program MBG,” ujarnya.

Melalui pengawasan yang konsisten dan sistem yang terus ditingkatkan, Pemkot Samarinda berharap program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan menjadi solusi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Hendrikus Gantur
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH