Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar, Bawa Budaya Dayak Samarinda ke Panggung Nasional DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, 59 Kelurahan Dinilai Belum Optimal Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

BERITA DAERAH · 31 Okt 2023 10:45 WITA ·

Regenerasi Pembatik di Sekolah Menengah Sebagai Bekal Sektor Ekonomi Kreatif


 Regenerasi Pembatik di Sekolah Menengah Sebagai Bekal Sektor Ekonomi Kreatif Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Menjawab keprihatinan terhadap regenerasi batik tulis yang kian terdegradasi, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim berkomitmen untuk menjaga dan menciptakan generasi baru dalam pelestarian budaya melalui cetak SDM pembatik.

Melalui kepala bidang pengembangan SDM Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Dahlia menyebut bahwa saat ini sendiri sudah ada sekolah-sekolah yang menghadirkan membatik sebagai muatan pembelajran maupun ekstrakuliker. Hal tersebut sangat berdampak positif terhadap regenerasi sektor industry batik di Kaltim, terutama dalam menarik minat anak muda dengan menyebarkan tren positif.

“Mereka dari usia sekolah itu sudah bisa membatik. Itu kalau mau lihat salah satunya yang saya baru tau itu ada di salah satu smk di kota tenggarong, Mereka tidak hanya membatik tapi mereka juga memahat,” ujar Dahlia.

Menurut Dahlia, muatan pelajaran budaya seni di sekolah menengah tidak hanya sebagai sarana pelestarian warisan budaya, namun juga erat hubungannya dengan Industri Kreatif yang merupakan  kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Jadi SMK kan jadi dia mengarah ke ekonomi kreatifnya ada, jadi mereka sudah mahir memahat, membatik itu sudah bisa karena memang ada pelajarannya dan itu mungkin memang minat mereka disitu juga,” lanjutnya.

Apalagi lanjutnya, anak muda dianggap lebih kreatif terutama dalam pembuatan motif, namun demikian perlu dituntun agar tidak lepas dari pakem dalam membatik.

“Jadi justru yang muda-muda ini dia lebih imajinatif untuk membuat motif. Nah tapi itu tadi harus diarahkan motif-motif itu tadi jangan lepas dari pakemnya,” terang Dahlia.

Namun selain dalam ranah Pendidikan/akademis regenerasi pembatik secara turun-temurun masih kurang. Hal ini yang menurutnya harus diperhatikan oleh para pembatik untuk turut berperan dalam regenerasi budaya warisan leluhur, yakni dengan mewariskan ilmu yang dimiliki ke generasi selanjutnya.

“Jadi kita memang kekurangan masalah itu, jadi untuk menampung generasi muda itu masih kurang sih ya karena sebenarnya itu mereka yang punya potensi dan yang seniornya harusnya bisa menurunkan ilmunya ke generasi muda. Jadi ada regenerasi jangan sampai hilang yang sudah ada selama ini harus diturunkan dari para tetua-tetua itu,” tutupnya.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar, Bawa Budaya Dayak Samarinda ke Panggung Nasional

26 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, 59 Kelurahan Dinilai Belum Optimal

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH