Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 16:00 WITA ·

Revitalisasi SMPN 24 Samarinda Tertunda, DPRD Soroti Keterbatasan Anggaran


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan terkait keterbatasan anggaran daerah yang menjadi faktor tertundanya rencana revitalisasi SMP Negeri 24 Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan terkait keterbatasan anggaran daerah yang menjadi faktor tertundanya rencana revitalisasi SMP Negeri 24 Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama yang membuat rencana revitalisasi SMP Negeri 24 Samarinda hingga kini belum terealisasi.

Ia mengatakan, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana sekolah tersebut sudah lama disampaikan kepada Pemerintah Kota Samarinda dan berulang kali masuk dalam pembahasan perencanaan pembangunan. Namun, pelaksanaannya terus tertunda karena kondisi fiskal daerah yang belum memungkinkan.

“SMPN 24 selalu kami usulkan dalam pembahasan pembangunan daerah,” ujar Sri Puji kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).

Sri Puji menjelaskan, DPRD melalui Komisi IV secara konsisten mendorong agar revitalisasi SMPN 24 masuk dalam prioritas pembangunan pendidikan. Namun, keputusan akhir terkait penentuan program tetap berada di tangan pemerintah kota sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan sekolah lain untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar di berbagai wilayah Samarinda. Hal ini menyebabkan usulan revitalisasi SMPN 24 harus menunggu giliran di tengah banyaknya program pendidikan yang juga dinilai mendesak.

“Kami terus dorong, tapi semua tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan SMPN 24 bukan hal baru, karena sudah berlangsung cukup lama bahkan sejak lebih dari satu dekade terakhir. Berbagai opsi penanganan juga pernah dirancang, namun belum ada solusi permanen yang dapat direalisasikan.

Selain persoalan anggaran, salah satu rencana yang pernah diajukan, termasuk relokasi sekolah, juga tidak dapat dijalankan karena adanya penolakan dari masyarakat sekitar.

Sri Puji menilai, pemerintah kota perlu mencari langkah yang lebih konkret agar permasalahan tersebut tidak terus berlarut. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi.

Ia berharap kondisi keuangan daerah ke depan semakin membaik sehingga revitalisasi SMPN 24 dapat masuk dalam skala prioritas dan segera diwujudkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady 
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH