Menu

Mode Gelap
Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 16:00 WITA ·

Revitalisasi SMPN 24 Samarinda Tertunda, DPRD Soroti Keterbatasan Anggaran


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan terkait keterbatasan anggaran daerah yang menjadi faktor tertundanya rencana revitalisasi SMP Negeri 24 Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan terkait keterbatasan anggaran daerah yang menjadi faktor tertundanya rencana revitalisasi SMP Negeri 24 Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama yang membuat rencana revitalisasi SMP Negeri 24 Samarinda hingga kini belum terealisasi.

Ia mengatakan, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana sekolah tersebut sudah lama disampaikan kepada Pemerintah Kota Samarinda dan berulang kali masuk dalam pembahasan perencanaan pembangunan. Namun, pelaksanaannya terus tertunda karena kondisi fiskal daerah yang belum memungkinkan.

“SMPN 24 selalu kami usulkan dalam pembahasan pembangunan daerah,” ujar Sri Puji kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).

Sri Puji menjelaskan, DPRD melalui Komisi IV secara konsisten mendorong agar revitalisasi SMPN 24 masuk dalam prioritas pembangunan pendidikan. Namun, keputusan akhir terkait penentuan program tetap berada di tangan pemerintah kota sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan sekolah lain untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar di berbagai wilayah Samarinda. Hal ini menyebabkan usulan revitalisasi SMPN 24 harus menunggu giliran di tengah banyaknya program pendidikan yang juga dinilai mendesak.

“Kami terus dorong, tapi semua tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan SMPN 24 bukan hal baru, karena sudah berlangsung cukup lama bahkan sejak lebih dari satu dekade terakhir. Berbagai opsi penanganan juga pernah dirancang, namun belum ada solusi permanen yang dapat direalisasikan.

Selain persoalan anggaran, salah satu rencana yang pernah diajukan, termasuk relokasi sekolah, juga tidak dapat dijalankan karena adanya penolakan dari masyarakat sekitar.

Sri Puji menilai, pemerintah kota perlu mencari langkah yang lebih konkret agar permasalahan tersebut tidak terus berlarut. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi.

Ia berharap kondisi keuangan daerah ke depan semakin membaik sehingga revitalisasi SMPN 24 dapat masuk dalam skala prioritas dan segera diwujudkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady 
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH