KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Festival Beduk Sahur 2026 di Kecamatan Samarinda Seberang resmi dibuka oleh Camat Aditya Koesprayogi pada Sabtu (28/2/2026) malam. Kegiatan yang digelar oleh Pemuda Pemudi Samarinda Seberang (PISS) ini berlangsung meriah di halaman parkir Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kota Samarinda.
Festival yang telah menjadi agenda tahunan setiap bulan Ramadan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Puluhan kelompok peserta menampilkan kreativitas tabuhan beduk yang dipadukan dengan seni pertunjukan khas anak muda.
Dalam sambutannya, Aditya Koesprayogi menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, relawan, hingga para donatur.
“Alhamdulillah, malam ini kita kembali dapat menyaksikan Festival Beduk Sahur yang sudah menjadi tradisi setiap Ramadan di Samarinda Seberang. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan konsep yang telah disiapkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk mematuhi aturan dan waktu yang telah ditentukan oleh panitia, serta mengajak masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Aditya turut menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar apabila kegiatan tersebut menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas maupun waktu istirahat masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemuda-pemudi Samarinda Seberang dalam memeriahkan bulan suci Ramadan serta menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Usai pembukaan acara, Aditya menjelaskan bahwa Festival Beduk Sahur tahun ini merupakan pelaksanaan yang keempat secara berturut-turut sejak pertama kali digelar.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal yang dipadukan dengan semangat Ramadan.
“Alhamdulillah, tahun ini festival kembali digelar untuk yang keempat kalinya. Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan tidak hanya dari Samarinda Seberang, tetapi juga dari berbagai wilayah di Kota Samarinda hingga Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Tercatat sebanyak 40 peserta ambil bagian dalam festival tersebut. Berbagai penampilan kreatif ditampilkan oleh para peserta yang memadukan irama beduk dengan atraksi seni yang menarik perhatian penonton.
Pelaksanaan festival tahun ini juga sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya kegiatan digelar di halaman Masjid As-Sobirin, namun karena masjid tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembangunan, lokasi acara dipindahkan ke halaman sebuah tempat usaha yang tidak beroperasi selama Ramadan.
“Awalnya panitia sempat mempertimbangkan untuk meniadakan kegiatan karena lokasi biasanya belum bisa digunakan. Namun berkat komunikasi yang baik dan semangat teman-teman pemuda, akhirnya festival tetap dapat dilaksanakan di lokasi alternatif,” ungkapnya.
Aditya menambahkan, terselenggaranya festival ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat hingga pelaku usaha yang turut menjadi sponsor kegiatan.
Ia berharap Festival Beduk Sahur dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memeriahkan Ramadan, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan kreativitas generasi muda di Samarinda Seberang.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026












