Menu

Mode Gelap
Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Ajak Pererat Silaturahmi Peduli Sesama, Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Sebar Ratusan Takjil di Samarinda Kolaborasi Otorita IKN dan BI, Pemandu Wisata Nusantara Siap Dampingi Pengunjung DPRD Samarinda Usul Parkir Berlangganan Diuji Coba Terlebih Dahulu Ketua DPRD Samarinda Tanggapi Polemik Mobil Wali Kota, Minta Publik Beri Ruang Pemkot

BERITA DAERAH · 3 Mar 2026 18:00 WITA ·

Sidak Proyek Kota, Komisi III DPRD Samarinda Soroti Teras Samarinda dan Akses Publik Taman Balai Kota


 Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek Teras Samarinda tahap II dan pembangunan Taman Balai Kota Samarinda, Selasa (3/3/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek Teras Samarinda tahap II dan pembangunan Taman Balai Kota Samarinda, Selasa (3/3/2026). Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek pembangunan di Kota Tepian, Selasa (3/3/2026). Peninjauan tersebut difokuskan pada progres pembangunan Teras Samarinda tahap II yang meliputi segmen 1 hingga 4 serta pembangunan Taman Balai Kota Samarinda.

Sidak dipimpin Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, bersama sejumlah anggota Komisi III, di antaranya Arief Kurniawan, Ari Wibowo, Elnathan Pasambe, Romadhony Pratama Putra, Fahruddin, Abdul Rohim, Jasno, Sutrisno, Muhammad Syahri, Achmad Sukamto, Maswedi, dan Mohammad Yusrul Hana. Turut mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Hendra Kesuma beserta jajaran.

Saat meninjau kawasan Teras Samarinda, Deni Hakim Anwar menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan pada tahap II telah selesai. Dari empat segmen yang dikerjakan, hanya segmen satu yang masih dalam proses penyelesaian.

“Segmen dua dan tiga sudah selesai, bahkan segmen dua sudah dilakukan serah terima. Sedangkan segmen empat yang sebelumnya mendapat tambahan waktu sekitar 50 hari kini sudah rampung meskipun belum dilakukan serah terima,” ujarnya.

Segmen satu memiliki panjang sekitar 400 meter dengan nilai anggaran sekitar Rp49 miliar. Saat ini masih terdapat beberapa item pekerjaan yang belum tuntas. Dinas PUPR juga mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan lanjutan, seperti pelapisan jembatan menggunakan PVC, penyempurnaan taman, serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

Komisi III juga memberikan sejumlah catatan terkait kualitas fasilitas yang dibangun. Salah satunya pada area playground anak di segmen empat yang dinilai perlu menggunakan material yang lebih tahan terhadap cuaca.

“Kita ingin fasilitas ini bisa bertahan lama. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak. Apalagi area playground sering terkena panas dan hujan, kualitas materialnya harus benar-benar diperhatikan,” tegas Deni.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti faktor keselamatan pada segmen satu, terutama desain railing yang masih menggunakan bahan besi dengan jarak antar celah yang dinilai cukup lebar.

“Kami menyarankan agar railing menggunakan stainless seperti di segmen dua, tiga dan empat demi meningkatkan keamanan, khususnya bagi anak-anak,” tambahnya.

Usai meninjau Teras Samarinda, rombongan Komisi III melanjutkan sidak ke proyek pembangunan Taman Balai Kota Samarinda. Berdasarkan penjelasan Plt Kepala Dinas PUPR, Hendra Kesuma, proyek tersebut merupakan pembangunan taman kota yang terintegrasi dengan kawasan Balai Kota dengan nilai anggaran sekitar Rp24 miliar.

Taman tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya area parkir mobil di bagian atas dengan kapasitas sekitar 79 hingga 89 kendaraan, parkir motor di bagian bawah, serta ruang pertemuan. Selain itu, taman juga dirancang memiliki akses yang terhubung dengan beberapa titik di sekitar kawasan Balai Kota.

Meski menilai pembangunan tersebut cukup sepadan dengan anggaran yang digunakan, Komisi III menegaskan agar taman tersebut tetap menjadi ruang publik yang terbuka bagi masyarakat.

“Kita berharap taman ini benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat luas, bukan menjadi kawasan eksklusif. Ruang terbuka seperti ini penting agar warga bisa bersantai, berkunjung, bahkan melihat langsung hasil pembangunan kota,” kata Deni.

Dalam kesempatan itu, Komisi III juga menyoroti insiden robohnya tiang lampu golf yang sempat terjadi beberapa waktu lalu meski usia bangunan tersebut belum genap satu tahun.

“Kami meminta penjelasan dari pihak terkait. Kenapa tiang lampu itu bisa roboh padahal masih baru. Ini harus menjadi evaluasi agar kualitas pekerjaan benar-benar diawasi,” tegasnya.

Melalui sidak ini, Komisi III DPRD Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengawasi proyek pembangunan di Kota Samarinda agar berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Ajak Pererat Silaturahmi

15 Maret 2026 - 21:00 WITA

Peduli Sesama, Bubuhan Banjar Kayuh Beimbai Sebar Ratusan Takjil di Samarinda

15 Maret 2026 - 20:00 WITA

DPRD Samarinda Usul Parkir Berlangganan Diuji Coba Terlebih Dahulu

15 Maret 2026 - 10:00 WITA

Ketua DPRD Samarinda Tanggapi Polemik Mobil Wali Kota, Minta Publik Beri Ruang Pemkot

15 Maret 2026 - 09:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Pemkot Tuntaskan Persoalan SKTUB Pedagang Pasar Pagi

15 Maret 2026 - 08:00 WITA

DPRD Samarinda Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Ramadan

15 Maret 2026 - 07:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH