Menu

Mode Gelap
Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027 DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

BERITA DAERAH · 24 Feb 2025 15:15 WITA ·

Tanggapi Tuntutan Mahasiswa Dalam Aksi Damai, Perumda Air Minum Titra Mahakam Kukar Beberkan Permasalahan Yang Terjadi


 Tanggapi Tuntutan Mahasiswa Dalam Aksi Damai, Perumda Air Minum Titra Mahakam Kukar Beberkan Permasalahan Yang Terjadi Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Direktur Teknis Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Latif, mengapresiasi atas aksi damai yang dilakukan oleh para mahasiswa dari BEM Universita Kartanegara (Unikarta) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kukar, pada Senin (24/02/2025).

Dimana menurut Abdul Latif, hal tersebut merupakan cerminan dari tugas mahasiswa untuk memberikan kontribusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Perumda Air minum Tirta Mahakam Kukar dan masyarakat.

“Ini merupakan cerminan dari tugas mahasiswa untuk memberikan kontribusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Perumda Air Minum Tirta Mahakam dan masyarakat,” ujar Abdul Latif.

Dalam hal itu, Abdul Latif mengakui bahwa layanan Perumda Air Minum Tirta Mahakam sempat terganggu diseluruh wilayah Tenggarong, akibat permasalahan kualitas, kontinuitas serta kuantitas pendistribusian air ke pelanggan.

Salah satu penyebabnya adalah kebocoran pipa yang sulit terdeteksi, karena tidak muncul kepermukaan. Dimana kebocoran tersebut termasuk dalam kategori backgroung leakage yakni kebocoran dibawah tanah yang mengalir ke drainase atau gorong-gorong dan langsung menuju sungai.

“Dalam kondisi ini kami akui, layanan sempat terganggu diseluruh wilayah Tenggarong, dimana salah satu penyebabnya kebocoran pipa yang sulit terdeteksi,” ucap Abdul Latif.

Lebih lanjut Abdul Latif mengemukakan bahwa, kondisi air baku Perumda Air Minum Tirta Mahakam sedang mengalami penurunan kualitas. Dimana menurutnya, dengan sistem pengolahan yang saat ini tersedia, mulai dari unit koagulasi, flokulasi, sedimentasi dan filterisasi, masih belum mampu secara optimal meredukasi kualitas air baku Sungai Mahakam untuk diproduksi menjadi air bersih.

Tak hanya itu, salah satu parameter yang menjadi perhatian Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar yakni, tingginya tingkat warna air baku yang mencapai sekitar 60 VTCO. Sehingga tersebut tersebut menjadi perhatian khusus bagi Perumda untuk meningkatkan kualitas air bersih saat ini.

“Dengan kehadiran mahasiswa dalam situasi ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melakukan perbaikan, pembenahan dan optimalisasi dalam pendistribusian air bersih ke pelanggan,” ucap Abdul Latif.

Abdul Latif juga mengungkap bahwa, sejak 20 Februari 2025 lalu Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar telah menemukan titik kebocoran yang berada di simpang Pulau Kumala, tepatnya di depan Dermaga Kumala. Pasalnya, kebocoran tersebut terjadi pada jaringan distribusi yang mengalir dari sistem gravitasi IPA 1 Sukarema dan IPA 2 Bukit Biru.

“Pipa 8 Inc kita mengalami kebocoran, dimana pipa yang membagi aliran air ke jalan Imam Bonjol, Danau Aji, Danau Lipan dan Akhmad Muksin, sehingga daerah tersebut yang berdampak,” ungkap Abdul Latif.

Abdul Latif juga menegaskan bahwa saat ini, sistem distribusi telah Kembali normal. Namum, ada beberapa wilayah dengan posisi lebih tingga atau berada di area jaringan pipa yang membutuhkan tekanan lebih besar masih dalam proses penyesuaian untuk aliran yang optimal.

“Perbaikan telah dilakukan sejak tanggal 20 Feberuari 2025 kemarin, dan sistem distribusi kini telah kembali normal,” beber Abdul Latif.

“Ada Beberapa wilayah dengan posisi lebih tinggi atau berada di area jaringan pipa yang membutuhkan tekanan lebih masih dalam proses penyesuaian untuk aliran yang optimal,” tutup Abdul Latif.(fz/rz)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027

26 Juni 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB

26 Juni 2026 - 16:00 WITA

Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS

26 Juni 2026 - 15:00 WITA

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

26 Juni 2026 - 13:00 WITA

Ratusan Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

26 Juni 2026 - 11:00 WITA

Sinergi Pemkab Kukar, Swasta, dan Solidaridad Buka Peluang Baru Ekonomi Karbon di Sektor Sawit

26 Juni 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH