Menu

Mode Gelap
OJK Percepat Pembangunan Kantor di IKN, Dukung Terbentuknya Pusat Ekonomi Baru Nusantara Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif Dibekali QRIS dan Strategi Pemasaran Online DPRD Jawa Tengah Pelajari Konsep Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM di IKN DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

BERITA DAERAH · 13 Okt 2025 16:15 WITA ·

Titik Nol Tenggarong Jadi Panggung Hidup Kebudayaan Kukar


 Taman Titik Nol Tenggarong, Ikon Baru Ruang Publik di Jantung Kutai Kartanegara. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Taman Titik Nol Tenggarong, Ikon Baru Ruang Publik di Jantung Kutai Kartanegara. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Setiap akhir pekan, suasana di kawasan Titik Nol Tenggarong berubah menjadi panggung budaya. Dentuman musik tradisional, tarian daerah, dan penampilan komunitas seni lokal menghidupkan ruang publik yang kini diproyeksikan sebagai jantung wisata budaya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Langkah pengembangan kawasan ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter daerah berbasis kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa kawasan Titik Nol kini difungsikan sebagai tempat ekspresi masyarakat dan pelajar untuk menampilkan karya seni mereka.

“Kami ingin menjadikan Titik Nol sebagai ruang yang hidup, tempat masyarakat bisa menikmati sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujar Puji, Senin (13/10/2025).

Beragam kegiatan seni rutin digelar di area tersebut, mulai dari tari Jepen, musik etnik, hingga pameran kriya lokal. Pemerintah berharap aktivitas itu mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya sendiri.

Menurut Puji, posisi strategis kawasan Titik Nol yang berada di pusat kota dan dikelilingi situs bersejarah seperti Museum Mulawarman dan Masjid Jami Aji Amir Hasanoeddin, menjadikannya lokasi ideal untuk mengangkat citra Tenggarong sebagai kota budaya.

“Kawasan ini punya nilai sejarah dan simbol identitas daerah. Karena itu, kami menjadikannya etalase bagi kegiatan seni masyarakat,” katanya.

Disdikbud Kukar berkomitmen menjaga keberlanjutan kegiatan budaya di kawasan ini agar tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi menjadi wadah pembinaan dan promosi seni yang konsisten.

“Kami ingin masyarakat bisa terus berkreasi di sini. Dari anak sekolah hingga komunitas lokal, semuanya punya ruang berekspresi,” tutup Puji. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Limbah B3, Sinkronisasi Aturan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Targetkan Regulasi Lebih Matang

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Zona Khusus Reklame, Samri: Kota Harus Lebih Tertata

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Pemanfaatan Jalan, Hindari Tumpang Tindih Regulasi

11 Mei 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pemanfaatan Jalan untuk Tata Utilitas dan Tingkatkan PAD

11 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kukar Siap Sukseskan Temu Karya Karang Taruna Kaltim 2026

11 Mei 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH