Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 24 Jun 2026 17:00 WITA ·

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, meminta penetapan skala prioritas program Dinas Ketahanan Pangan dievaluasi agar lebih fokus pada kebutuhan warga dan manfaat nyata bagi masyarakat. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, meminta penetapan skala prioritas program Dinas Ketahanan Pangan dievaluasi agar lebih fokus pada kebutuhan warga dan manfaat nyata bagi masyarakat. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti pola penetapan skala prioritas program di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Samarinda yang dinilai perlu dievaluasi agar lebih berorientasi pada kebutuhan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sorotan tersebut disampaikan Iswandi usai mengikuti evaluasi pelaksanaan program Semester I Tahun 2026 dan pembahasan arah perencanaan kegiatan tahun 2027 di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (24/6/2026).

Menurut Iswandi, dari hasil pembahasan bersama perangkat daerah, terdapat pengelompokan program ke dalam tiga kategori, yakni program sangat prioritas, program prioritas, dan program reguler atau program biasa. Namun setelah dilakukan penelaahan lebih mendalam, Komisi II menemukan bahwa sejumlah program yang masuk kategori sangat prioritas justru lebih banyak berkaitan dengan pencapaian indikator kinerja kepala daerah.

“Ini yang menjadi perhatian kami,” kata Iswandi.

Ia menjelaskan, indikator kinerja kepala daerah memang penting sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan. Namun demikian, pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa program yang ditempatkan sebagai prioritas utama benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak cukup hanya diukur dari capaian administrasi atau terpenuhinya target indikator tertentu. Lebih dari itu, program harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata di lapangan.

“Jangan sampai orientasi program hanya mengejar indikator, sementara manfaatnya kurang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Iswandi menilai, dalam praktiknya tidak sedikit program yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat justru ditempatkan pada kategori prioritas rendah. Padahal program-program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga, seperti penguatan ketahanan pangan, dukungan bagi petani, penyediaan cadangan pangan, hingga kegiatan penyuluhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, ia meminta agar proses penyusunan skala prioritas program pada tahun-tahun mendatang dilakukan secara lebih objektif dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai pertimbangan utama.

Menurutnya, ukuran manfaat publik harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas anggaran, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah benar-benar memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.

Komisi II DPRD Kota Samarinda juga meminta agar masukan tersebut menjadi perhatian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam proses penyusunan kebijakan anggaran tahun 2027. DPRD berharap perencanaan program tidak hanya berorientasi pada pencapaian target birokrasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Iswandi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya penghargaan yang diraih atau tingginya nilai evaluasi kinerja pemerintah daerah. Menurutnya, indikator paling penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari program yang dijalankan pemerintah.

Ia berharap hasil evaluasi yang dilakukan DPRD dapat menjadi bahan perbaikan bagi Pemerintah Kota Samarinda dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan. Dengan demikian, program-program yang dirancang tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” pungkasnya.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady 
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Jejak Panjang Viktor Yuan: Dari Dunia Usaha hingga Kursi Wakil Rakyat yang Mengabdi untuk Samarinda

23 Juni 2026 - 18:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH