KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai memperkenalkan aplikasi KukarGo sebagai katalog lokal digital untuk mempromosikan produk dan jasa pelaku ekonomi kreatif. Sosialisasi dan pendampingan aplikasi tersebut digelar di Ruang Rapat Dispar Kukar, Kamis (16/7/2026).
Program ini bertujuan menghimpun berbagai produk UMKM dan ekonomi kreatif Kukar ke dalam satu platform digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga instansi pemerintah sebagai media promosi sekaligus referensi pengadaan barang dan jasa.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan kehadiran KukarGo merupakan tindak lanjut implementasi Permen Ekraf Nomor 9 Tahun 2025 tentang pengembangan katalog lokal.
“Kami ingin semua produk ekonomi kreatif Kukar berada dalam satu platform yang mudah diakses dan dipasarkan,” kata Zikri.
Ia menjelaskan, KukarGo tidak hanya memuat produk kuliner, kriya, dan wastra, tetapi juga berbagai layanan dari subsektor ekonomi kreatif. Dengan digitalisasi tersebut, pelaku usaha diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Dispar Kukar juga akan memperluas sosialisasi aplikasi ini ke 20 kecamatan agar semakin banyak pelaku ekonomi kreatif bergabung. Meski menghadapi efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen mengembangkan katalog lokal sebagai sarana promosi resmi.
Selain menjadi media promosi, KukarGo juga diharapkan mendukung pemanfaatan produk lokal dalam proses pengadaan pemerintah melalui katalog lokal, sehingga memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha daerah.
“Target kami pelaku ekonomi kreatif bisa naik kelas dan lebih sejahtera melalui peningkatan penjualan produknya,” ujarnya.
Ke depan, Dispar Kukar berencana memperkenalkan KukarGo ke tingkat kementerian agar katalog lokal tersebut dapat terhubung dengan platform nasional dan semakin memperluas jangkauan promosi produk unggulan Kutai Kartanegara.
Sosialisasi perdana diikuti 15 pelaku ekonomi kreatif dari subsektor seni pertunjukan, musik, kriya, dan wastra. Jumlah peserta akan terus ditambah seiring berkembangnya subsektor ekonomi kreatif baru, termasuk dubbing, modifikasi otomotif, dan kecerdasan buatan (AI) yang kini telah masuk dalam regulasi ekonomi kreatif terbaru.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026












