Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

SENI BUDAYA · 21 Sep 2023 10:39 WITA ·

Ritual Menjamu Benua Jelang Pelaksanaan Adat Erau di Tanah Kutai


 Ritual Menjamu Benua Jelang Pelaksanaan Adat Erau di Tanah Kutai Perbesar

KutaiPanrita.id – Sebelum upacara Adat Erau berlangsung, pihak Kesultanan Kutai Kartanegera Ing Martadipura menggelar proses Ritual khusus sebagai pemberitahuan kepada khalayak ramai yaitu bernama Menjamu Benua, yang berlangsung di sekitaran Kota Tenggarong, pada Kamis (21/9/23).

Ritual Menjamu Benua ini merupakan sarana untuk memberitahukan kepada khalayak ramai, bahwa telah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memutuskan untuk menyelenggarakan Erau dan menentukan waktu pelaksanaannya.

Ritual ini dilakukan untuk memohon keselamatan serta kelancaran selama Erau Adat berlangsung nantinya, dengan harapan agar tidak mendapat gangguan selama penyelenggaraan acara Adat tersebut.

“Menjamu Benua ini kita dilaksanakan setiap tahun saat Erau digelar, dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara Erau akan segela berlangsung,” terang koordinator bidang upacara Sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Demang Nata Krama.

Rombongan ini membawa sesajian yang akan diletakkan di tiga titik yaitu, Kepala Benua, Tengah Benua dan Buntut Benua. Selain itu, para belian juga membawa pakaian Sultan sebagai pengganti kehadiran Sultan secara fisik sepanjang Ritual ini dilakukan.

“Menjamu Benua ini juga untuk memohon keselamatan agar selama pelaksanaan Erau dapat berjalan dengan lancar, dan Menjamu Benua dimulai dari Kepala Benua, Tengah Benua serta Buntun Benua,” ungkap Awang Demang Nata Krama.

Ritual Menjamu Benua itu dilaksanakan oleh rombongan yang terdiri dari 7 orang Belian Bini, 7 orang Belian Laki, 7 Pangkon Bini dan 7 Pangkon Laki, serta para penabuh gendang maupun gamelan juga mengiringi sepanjang prosesi Ritual berlangsung.

Sesajian yang dibawa oleh rombongan itu terdiri dari aneka macam kue jajanan pasar sebanyak 41 jenis, serta di lengkapi dengan nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum dan peduduk, untuk diletakkan di tempat ritual berlangsung.

“Kami juga mengimbau agar para pengunjung atau masyarakar agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan selama pelaksanaan Erau Adat Kutai berlangsung,” pungkas Awang Demang Nata Krama.(adm_alf)

Artikel ini telah dibaca 231 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Tekankan Pelestarian Budaya dan Kesehatan Masyarakat

20 September 2026 - 12:00 WITA

Tiang Ayu Berdiri, Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

Diiringi Gendang dan Gong, Merangin Tandai Dimulainya Perjalanan Sakral Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

Menjamu Benua Jadi Ritual Sambut Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 17:00 WITA

Beluluh Awal Sultan Tandai Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH