Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Sukarela Tinggalkan Kawasan Tahura Bukit Soeharto ITS Juara Umum KRTI 2026 di IKN, Dominasi Dua Divisi dan Bawa Pulang Piala Danadyaksa Dirgantara

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 13:15 WITA ·

Prosesi Merebahkan Tiang Ayu, Tanda Berakhirnya Erau Adat Kutai 2025


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, memimpin ritual sakral merebahkan Tiang Ayu sebagai penanda berakhirnya Erau Adat Kutai 2025. Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, memimpin ritual sakral merebahkan Tiang Ayu sebagai penanda berakhirnya Erau Adat Kutai 2025.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Merebahkan Tiang Ayu menjadi prosesi sakral terakhir yang menandai berakhirnya perhelatan Erau Adat Kutai 2025. Pusaka Sangkoh Piatu atau Tiang Ayu, yang selama tujuh hari tujuh malam berdiri tegak di tengah ruang Stinggil Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, direbahkan kembali ke posisi semula, Senin (29/9/2025) pagi.

Ritual dilaksanakan saat matahari mulai meninggi di ufuk timur. Menjelang upacara, para pangkon laki dan pangkon bini duduk berjajar di sisi kanan dan kiri ruang Stinggil. Di tengah ruangan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama para kerabat Kesultanan berdiri menghadap Sangkoh Piatu. Sementara itu, belian laki dan belian bini menempati posisi di kanan dan kiri susunan tambak karang yang dilapisi kasur kuning, tempat pembaringan Tiang Ayu.

Setelah Sultan hadir, prosesi dimulai. Empat kerabat Kesultanan berdiri di sisi Sangkoh Piatu, kemudian pusaka tersebut digoyangkan menyerupai batang pohon yang akan ditumbangkan. Setelah itu, Tiang Ayu direbahkan di atas kasur kuning sebagai tanda berakhirnya rangkaian sakral Erau.

Usai prosesi, para kerabat Kesultanan, belian, pangkon, serta tamu undangan memberikan sembah hormat kepada Sultan atas terlaksananya Erau Adat 2025. Perayaan adat yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun ini pun ditutup dengan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.

Prosesi turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, unsur Forkopimda, pejabat daerah, serta para tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi kepada pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kerabat Kesultanan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Erau 2025.

“Erau Adat Kutai ini merupakan agenda yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar sebagai bentuk komitmen untuk menjaga dan melestarikan adat, seni, dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Bupati Aulia juga berharap kerja sama yang telah terjalin antara Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dapat terus dipertahankan. “Semoga kebersamaan ini bisa terus terjaga demi melestarikan seni budaya dan mewariskannya kepada generasi anak cucu kita,” harapnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Tekankan Pelestarian Budaya dan Kesehatan Masyarakat

20 September 2026 - 12:00 WITA

Tiang Ayu Berdiri, Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

Diiringi Gendang dan Gong, Merangin Tandai Dimulainya Perjalanan Sakral Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

Menjamu Benua Jadi Ritual Sambut Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 17:00 WITA

Beluluh Awal Sultan Tandai Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH