Menu

Mode Gelap
Ratusan Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Sinergi Pemkab Kukar, Swasta, dan Solidaridad Buka Peluang Baru Ekonomi Karbon di Sektor Sawit DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

BERITA DAERAH · 23 Jun 2025 13:15 WITA ·

Transformasi Pendidikan Digital dari Wilayah Terpencil: SMPN 7 Muara Kaman Jadi Sekolah Rujukan Google Pertama di Indonesia


 Kabid SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, didampangi Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Muara Kaman, Rasian dan Guru SMP Negeri 7 Muara Kaman Suwito, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kabid SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, didampangi Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Muara Kaman, Rasian dan Guru SMP Negeri 7 Muara Kaman Suwito, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional. Pada 5 Juni 2025, sekolah tersebut resmi ditetapkan sebagai Sekolah Rujukan Google (SRG) pertama di Indonesia, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak penting bagi transformasi digital pendidikan di wilayah terpencil.

Plt. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Emi Rosana Saleh, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan komitmen berbagai pihak dalam mengakselerasi pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kutai Kartanegara. Untuk menjadi Sekolah Rujukan Google bukanlah hal yang mudah. Namun, SMPN 7 Muara Kaman mampu membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi,” ujarnya.

Transformasi digital di SMPN 7 Muara Kaman tidak terlepas dari dukungan infrastruktur yang memadai. Emi mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam mewujudkan sekolah rujukan berbasis teknologi adalah keterbatasan akses internet dan rendahnya literasi digital di kalangan pendidik.

“Wilayah ini sebelumnya mengalami kendala akses internet, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk mengembangkan pembelajaran digital. Namun dengan sinergi bersama, termasuk penyediaan sarana seperti solar cell dan pelatihan kompetensi digital bagi guru, tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap,” jelasnya.

Saat ini, Kukar juga telah memiliki satu orang Google Certified Coach bernama Suwito, yang menjadi pelatih tersertifikasi nasional dalam program Google for Education. Dari total 16 sekolah di Kukar yang menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG), SMPN 7 Muara Kaman menjadi yang pertama lolos dan mendapatkan pengakuan penuh.

Suwito, guru di SMPN 7 Muara Kaman yang telah menjadi Google Certified Coach, menjelaskan bahwa untuk menjadi Sekolah Rujukan Google diperlukan tahapan yang ketat. Dimulai dari sertifikasi Google Educator Level 1 dan 2, guru harus mampu mengimplementasikan teknologi dalam pembelajaran serta membagikan pengetahuan tersebut kepada sekolah dan guru lain.

“Prosesnya cukup panjang. Setelah lulus Level 2, guru harus mengikuti Trainer Skill Assessment (TSA) dan menyelenggarakan pelatihan secara aktif. Sekolah juga harus memberikan dampak nyata dalam inovasi pembelajaran berbasis digital,” paparnya.

Kepala SMPN 7 Muara Kaman, Rasian, mengaku bahwa pencapaian ini berawal dari upaya sederhana untuk membuat pembelajaran lebih menarik bagi siswa.

“Awalnya kami hanya ingin membuat anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, seperti bermain. Namun berkat dukungan dari Disdikbud Kukar, terutama dalam penyediaan listrik tenaga surya sebesar 15.000 kWh, kami bisa membangun sistem pembelajaran digital secara bertahap,” tutur Rasian.

Saat ini, seluruh guru di SMPN 7 Muara Kaman telah memiliki sertifikasi Google Educator Level 1 dan 2. Tiga guru telah menjadi trainer, dan satu guru telah resmi menjadi coach bersertifikat.

Pencapaian SMPN 7 Muara Kaman menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat dimulai dari daerah mana pun, asalkan disertai semangat kolaboratif, kemauan untuk belajar, serta dukungan infrastruktur yang memadai. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ratusan Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

26 Juni 2026 - 11:00 WITA

Sinergi Pemkab Kukar, Swasta, dan Solidaridad Buka Peluang Baru Ekonomi Karbon di Sektor Sawit

26 Juni 2026 - 09:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH