Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 7 Jul 2025 13:15 WITA ·

Kemendikdasmen dan Disdikbud Seluruh Daerah Gelar Pelatihan Guru Coding dan Kecerdasan Artifisial, Dorong Transformasi Digital Pendidikan


 Kemendikdasmen dan Disdikbud Seluruh Daerah Gelar Pelatihan Guru Coding dan Kecerdasan Artifisial, Dorong Transformasi Digital Pendidikan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar program pelatihan guru di bidang coding dan kecerdasan artifisial (KA) di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan sekolah.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, pelatihan ini diikuti oleh 99 guru sekolah dasar. Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan dasar-dasar pemrograman, logika algoritma, serta penerapan teknologi KA secara praktis dalam proses pembelajaran.

Para peserta juga dibekali dengan materi pengembangan kurikulum berbasis teknologi digital, serta strategi integrasi coding dan KA ke dalam mata pelajaran yang relevan.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Nurkhalis, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mencetak pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami ingin para guru, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki kompetensi digital yang mumpuni agar dapat mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan berbasis teknologi,” ujarnya.

Pelatihan ini didanai melalui Dana BOSP Kinerja untuk satuan pendidikan penerima, dan Dana BOSP Reguler untuk satuan pendidikan non-penerima yang memiliki jumlah siswa lebih dari 400.

Kegiatan dilaksanakan secara hibrida, yakni dengan sesi tatap muka di beberapa daerah prioritas, serta didukung modul pembelajaran daring.

Selain pelatihan teknis, program ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar guru berbasis teknologi di tingkat daerah.

Komunitas ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program dan membangun kolaborasi antar sekolah.

Dengan adanya pelatihan ini, para guru peserta diharapkan dapat mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan sejawat dan siswa di sekolah masing-masing, sebagai langkah konkret dalam mewujudkan transformasi digital di dunia pendidikan. (*)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH