Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 8 Jul 2025 11:15 WITA ·

Bahasa Daerah Beragam, Disdikbud Kukar Libatkan Ahli Bahasa Susun Materi Ajar


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan silabus muatan lokal yang mendukung pembelajaran holistik bagi guru-guru sekolah dasar. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan silabus muatan lokal yang mendukung pembelajaran holistik bagi guru-guru sekolah dasar. (Indirwan/Fairuz/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA — Penyusunan silabus muatan lokal di Kutai Kartanegara (Kukar) tak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, bahasa daerah seperti Bahasa Kutai memiliki banyak variasi yang berbeda antarwilayah, sehingga memerlukan keterlibatan para ahli bahasa dalam proses perancangannya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor, saat memberikan keterangan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Silabus Muatan Lokal yang digelar di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Senin (7/7/2025).

Menurut Thauhid, penyusunan materi ajar Bahasa Kutai merupakan pekerjaan yang cukup kompleks karena harus menyesuaikan dengan keragaman dialek di masing-masing kecamatan.

“Bahasa Kutai di Sebulu itu beda dengan di Muara Muntai, beda juga dengan Kenohan. Karena itu kami harus libatkan ahli bahasa agar tidak salah dalam menyusun,” ujarnya.

Thauhid mengungkapkan bahwa buku Bahasa Kutai sebelumnya pernah diterbitkan, namun karena ada kendala teknis dan kebutuhan penyesuaian, pihaknya kini tengah melakukan penyusunan ulang. Tidak hanya itu, disiapkan pula kamus khusus sebagai pelengkap dalam proses pembelajaran.

Ia menekankan bahwa proses penyusunan ini tidak bisa terburu-buru. Perbedaan materi antara jenjang SD dan SMP juga harus diperhatikan dengan cermat.

“Kelas 1 itu materinya beda dengan kelas 2, dan seterusnya. Semua harus dirancang dengan benar supaya anak-anak mudah paham. Jadi memang butuh waktu dan perencanaan yang matang,” jelas Thauhid.

Selain kompleksitas konten, Thauhid juga mengingatkan bahwa buku ajar muatan lokal tidak boleh dibebankan kepada siswa. Pemerintah daerah berkomitmen mencetak dan mendistribusikan buku tersebut secara gratis ke seluruh sekolah.

Dengan keterlibatan para ahli dan pendekatan berbasis wilayah, Disdikbud Kukar berharap materi ajar muatan lokal benar-benar mencerminkan kekayaan budaya dan bahasa daerah, sekaligus mudah dipahami oleh peserta didik di setiap jenjang.

“Mau etamkan bahasa Kutai tetap eksis makanya kami polah bagaimanapun caranya supaya bisa terwujud,” pungkas Thauhid. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuz
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH