Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 8 Agu 2025 09:15 WITA ·

OPD Kukar Teken Komitmen MCSP, Bupati Aulia: Menuju Zona Hijau


 OPD Kukar Teken Komitmen MCSP, Bupati Aulia: Menuju Zona Hijau Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar penandatanganan surat pernyataan oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari pelaksanaan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Rabu (6/8/2025), dan disaksikan langsung oleh Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kukar Dr. H. Sunggono, Asisten III Pemkab Kukar Dafip Hariyanto, serta Kepala Inspektorat Kukar Heriansyah. Rangkaian acara juga diisi dengan sosialisasi Audit Charter Tahun 2025.

Usai kegiatan, Bupati Aulia menjelaskan bahwa MCSP merupakan bagian dari sistem peringatan dini (Early Warning System atau EWS) yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menilai kinerja daerah dalam upaya pencegahan dan mitigasi tindak korupsi.

“Apa yang kita lakukan hari ini, khususnya penandatanganan surat pernyataan, merupakan bagian dari rencana tindak lanjut dalam memenuhi dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam proses pencegahan dan mitigasi korupsi,” jelasnya.

Pemkab Kukar, kata Aulia, berkomitmen kuat dalam upaya mitigasi terhadap potensi korupsi. Ia menargetkan agar Pemkab Kukar ke depan berada di zona hijau, atau kategori “terjaga”, dengan nilai skor antara 78 hingga 100.

“Nanti pada 19 Agustus, kami juga diundang oleh KPK untuk memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan daerah terkait pelaksanaan MCSP ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Aulia menyampaikan bahwa Pemkab Kukar akan memperpanjang kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Kukar. Tujuannya, untuk memberikan pembekalan kepada kepala OPD sebagai pelaksana program pembangunan daerah yang menggunakan anggaran negara.

“Dalam MoU nanti, pihak kejaksaan akan membantu memberikan pemahaman dan mitigasi atas potensi pelanggaran hukum yang mungkin terjadi. Ini penting sebagai bekal bagi para kepala OPD dan camat, karena pada akhirnya, eksekutif adalah pihak yang mengeksekusi program,” pungkasnya.

Sumber: www.kukarpaper.com

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH