Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 17 Agu 2025 19:15 WITA ·

Korban Kecelakaan Perahu di Sungai Mahakam Akhirnya Ditemukan


 Tim SAR mengevakuasi jasad korban kecelakaan perahu di Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, Minggu (17/8/2025). (Foto. Dok: Basarnas Kaltim) Perbesar

Tim SAR mengevakuasi jasad korban kecelakaan perahu di Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, Minggu (17/8/2025). (Foto. Dok: Basarnas Kaltim)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal di Perairan Sungai Mahakam, Kelurahan Selili, Samarinda, resmi ditutup pada Minggu (17/8/2025) sore.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan peristiwa berawal pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 16.00 WITA. Korban bernama Normansyah (44) berangkat mencari kayu bakar dengan menggunakan perahu kecil. Setengah jam kemudian, warga melihat perahu korban sudah terbalik dan korban diduga jatuh ke sungai. Hingga malam hari korban tidak kembali, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Samarinda pada Jumat dini hari pukul 05.45 WITA.

“Begitu menerima laporan, tim Rescue Pos SAR Samarinda segera bergerak ke lokasi kejadian pukul 06.00 WITA dengan membawa peralatan selam, rubber boat, drone thermal, serta alut pendukung lainnya. Unsur gabungan dari Polairud, BPBD, Damkar, relawan, dan masyarakat juga ikut membantu pencarian,” ungkap Mardi Sianturi.

Pencarian berlangsung tiga hari dengan metode penyisiran perairan, penyelaman di titik-titik yang dicurigai, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal. Arus deras Sungai Mahakam menjadi tantangan utama bagi tim SAR.

Akhirnya, pada Minggu (17/8/2025) pukul 17.00 WITA, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 3,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka sesuai permintaan keluarga.

“Setelah korban ditemukan, seluruh unsur melaksanakan debriefing bersama pada pukul 18.00 WITA. Dengan demikian, operasi SAR resmi ditutup dan semua unsur kembali ke status kesiapsiagaan,” terang Mardi.

Ia menambahkan, Basarnas menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, relawan, hingga masyarakat yang membantu upaya pencarian. (*)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH