Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 8 Sep 2025 10:15 WITA ·

Ancaman Punahnya Bahasa Daerah di Kukar, Disdikbud Dorong Pelestarian Lewat FTBI


 Foto bersama pemenang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Sabtu (6/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Foto bersama pemenang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Sabtu (6/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menyoroti kondisi bahasa daerah yang semakin memprihatinkan. Banyak bahasa ibu di Kukar yang kini mengalami penurunan jumlah penutur, bahkan ada yang terancam punah akibat gempuran budaya luar dan derasnya arus informasi melalui media sosial.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa ancaman ini nyata dan perlu ditangani secara serius. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.

“Pelestarian bahasa ibu saat ini sangat memprihatinkan. Banyak bahasa daerah yang terancam punah. Karena itu, melalui FTBI ini kita berupaya menjaga dan mewariskan bahasa daerah khususnya kepada adik-adik kita di sekolah,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Puji menambahkan, FTBI merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dirancang untuk memperkuat identitas budaya bangsa. Agenda ini dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, berlanjut ke provinsi, hingga puncaknya di tingkat nasional.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar. Budaya asing dengan mudah masuk lewat media sosial dan teknologi digital, sehingga berpotensi mengikis penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak ada kesadaran sejak dini, bisa jadi bahasa daerah kita hanya akan menjadi cerita tanpa penutur di masa depan,” jelasnya.

Disdikbud Kukar berharap melalui FTBI dan program-program kebudayaan lainnya, siswa semakin bangga menggunakan bahasa ibu mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif guru, orang tua, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian bahasa daerah. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH