Menu

Mode Gelap
62 Pasangan Ikut Isbat Nikah Massal di Kukar, Bupati Tekankan Pentingnya Legalitas Pengadilan Agama Apresiasi Isbat Nikah Massal Kukar, Dinilai Perkuat Perlindungan Hukum Pemkab Kukar Gelar Isbat Nikah Massal, 62 Pasangan Dapat Kepastian Hukum DPRD Samarinda Soroti Kekurangan Guru, Minta Pemetaan Berbasis Data DPRD Samarinda Dukung Kerja Fleksibel ASN, Dinilai Efektif Hemat Energi

BERITA DAERAH · 8 Sep 2025 10:15 WITA ·

Ancaman Punahnya Bahasa Daerah di Kukar, Disdikbud Dorong Pelestarian Lewat FTBI


 Foto bersama pemenang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Sabtu (6/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Foto bersama pemenang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Sabtu (6/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menyoroti kondisi bahasa daerah yang semakin memprihatinkan. Banyak bahasa ibu di Kukar yang kini mengalami penurunan jumlah penutur, bahkan ada yang terancam punah akibat gempuran budaya luar dan derasnya arus informasi melalui media sosial.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa ancaman ini nyata dan perlu ditangani secara serius. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.

“Pelestarian bahasa ibu saat ini sangat memprihatinkan. Banyak bahasa daerah yang terancam punah. Karena itu, melalui FTBI ini kita berupaya menjaga dan mewariskan bahasa daerah khususnya kepada adik-adik kita di sekolah,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Puji menambahkan, FTBI merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dirancang untuk memperkuat identitas budaya bangsa. Agenda ini dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, berlanjut ke provinsi, hingga puncaknya di tingkat nasional.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar. Budaya asing dengan mudah masuk lewat media sosial dan teknologi digital, sehingga berpotensi mengikis penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak ada kesadaran sejak dini, bisa jadi bahasa daerah kita hanya akan menjadi cerita tanpa penutur di masa depan,” jelasnya.

Disdikbud Kukar berharap melalui FTBI dan program-program kebudayaan lainnya, siswa semakin bangga menggunakan bahasa ibu mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif guru, orang tua, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian bahasa daerah. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

62 Pasangan Ikut Isbat Nikah Massal di Kukar, Bupati Tekankan Pentingnya Legalitas

29 April 2026 - 17:30 WITA

Pengadilan Agama Apresiasi Isbat Nikah Massal Kukar, Dinilai Perkuat Perlindungan Hukum

29 April 2026 - 17:00 WITA

Pemkab Kukar Gelar Isbat Nikah Massal, 62 Pasangan Dapat Kepastian Hukum

29 April 2026 - 16:30 WITA

DPRD Samarinda Soroti Kekurangan Guru, Minta Pemetaan Berbasis Data

29 April 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dukung Kerja Fleksibel ASN, Dinilai Efektif Hemat Energi

29 April 2026 - 15:30 WITA

DPRD Samarinda Soroti Pengalihan BPJS PBI, Minta Solusi Bersama

29 April 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH