Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 8 Sep 2025 12:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Generasi Muda Cinta Bahasa Ibu


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media pada Sabtu (6/9/2025), generasi muda agar peduli dan mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media pada Sabtu (6/9/2025), generasi muda agar peduli dan mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengajak generasi muda agar peduli dan mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa. Ajakan ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, saat menyoroti kondisi bahasa daerah yang kian terdesak oleh budaya global.

Menurut Puji, banyak bahasa daerah kini mengalami penurunan jumlah penutur, bahkan ada yang terancam punah. Salah satu penyebabnya adalah gempuran budaya luar melalui media sosial yang begitu masif.

“Generasi muda sekarang lebih sering menggunakan bahasa asing atau bahasa gaul, sementara bahasa ibu semakin jarang dipakai. Kalau kondisi ini dibiarkan, lama-lama bahasa daerah kita bisa hilang,” tuturnya, Sabtu (6/9/2025).

Puji menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa daerah sejak usia sekolah. Anak-anak, kata dia, harus didorong untuk tidak hanya fasih berbahasa Indonesia, tetapi juga bangga menggunakan bahasa ibu mereka sendiri dalam keseharian.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah, mereka akan merasa memiliki dan bangga dengan identitas budayanya,” jelasnya.

Selain itu, peran guru dan orang tua dianggap sangat penting dalam menanamkan nilai kecintaan terhadap bahasa ibu. Sekolah dapat menjadi wadah pembelajaran, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama yang menanamkan kebiasaan berbahasa daerah.

Puji juga menegaskan bahwa mencintai bahasa ibu bukan berarti menolak modernisasi, melainkan menjaga keseimbangan antara menguasai bahasa global dan tetap mempertahankan warisan budaya sendiri.

“Generasi muda harus bisa menghadapi era globalisasi, tapi jangan sampai meninggalkan akar budayanya. Bahasa ibu adalah salah satu warisan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ke depan, Disdikbud Kukar akan terus menggencarkan program pelestarian bahasa daerah, termasuk dengan melibatkan sekolah, komunitas budaya, dan masyarakat luas. Harapannya, generasi muda Kukar tetap bangga berbahasa daerah di tengah derasnya arus globalisasi. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH