Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

BERITA DAERAH · 15 Okt 2025 21:15 WITA ·

UMKM Kukar Didorong Angkat Nilai Budaya Lewat Pekan Kebudayaan Daerah 2025


 Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, M. Saidar. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, M. Saidar. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing melalui pendekatan budaya. Upaya ini diwujudkan dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025, yang rencananya digelar pada 20–24 Oktober 2025 di Gedung Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur), Kelurahan Panji, Tenggarong.

Ajang kebudayaan tahunan tersebut akan memadukan pameran Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dengan promosi produk unggulan masyarakat lokal. Tujuannya, menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyebutkan bahwa keterlibatan UMKM dalam kegiatan kebudayaan menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar produk lokal.

“Selama ini kita mengenal UMKM hanya dari sisi bisnis. Melalui PKD, kami ingin menampilkan sisi lain, bahwa produk lokal memiliki cerita dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya,” ungkapnya, Rabu (15/10/2025).

Saidar menjelaskan, produk-produk yang akan ditampilkan mencakup hasil olahan tradisional, kerajinan tangan, hingga kuliner khas Kutai. Semua dikurasi agar mampu merepresentasikan identitas budaya masyarakat Kukar.

“Setiap karya UMKM membawa jejak sejarah dan kearifan lokal. Ini bukan sekadar promosi dagang, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya melalui aktivitas ekonomi,” tambahnya.

Disdikbud Kukar juga melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaan PKD, mulai dari lembaga pelestarian budaya, koperasi, hingga komunitas kreatif daerah. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan ekosistem baru antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi rakyat.

Selain itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan turut menampilkan permainan tradisional sebagai daya tarik pengunjung, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Menurut Saidar, PKD 2025 bukan sekadar festival seni, melainkan ruang pertemuan antara pelaku ekonomi lokal dan masyarakat luas. Hingga pertengahan Oktober, 85 persen persiapan telah selesai dilakukan, termasuk penataan stan bagi peserta UMKM.

“Kami ingin UMKM Kukar tampil percaya diri membawa identitasnya sendiri. Produk yang lahir dari budaya akan lebih kuat, lebih bernilai, dan lebih dicintai masyarakat,” pungkasnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak Cepat Antisipasi Inflasi Pascakenaikan BBM

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

Iswandi Minta Skala Prioritas Program Ketahanan Pangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

Iswandi: Ukuran Keberhasilan OPD Bukan Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat untuk Masyarakat

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Modal UMKM Agar Mampu Bersaing di Pasar Modern

24 Juni 2026 - 15:00 WITA

Serapan Anggaran Tinggi, DPRD Samarinda Sorot Program Ketahanan Pangan Belum Maksimal

24 Juni 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas, Sani Usul Kredit Tanpa Bunga hingga Rp50 Juta

24 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH