KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menyarankan agar rencana penerapan program parkir berlangganan di Kota Samarinda tidak langsung diberlakukan secara menyeluruh, tetapi diawali dengan tahap uji coba.
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Samarinda di Jalan Siradj Salman, Samarinda Ulu, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Viktor, program parkir berlangganan merupakan langkah yang baik untuk menertibkan sistem parkir sekaligus memperbaiki tata kelola pendapatan dari sektor tersebut.
“Program ini sebenarnya untuk menertibkan parkir di Kota Samarinda agar lebih tertib dan alur keuangannya lebih jelas,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut sebaiknya dijalankan terlebih dahulu dalam skala kecil agar dapat dievaluasi sebelum diterapkan secara luas.
“Sebaiknya diuji coba dulu dalam skala terbatas. Dari situ bisa dilihat apakah sistemnya berjalan baik atau tidak,” jelasnya.
Viktor juga menilai tarif parkir berlangganan yang diwacanakan, yakni sekitar Rp400 ribu per tahun untuk sepeda motor dan Rp1 juta per tahun untuk mobil, relatif kecil jika dihitung per hari bagi pengguna parkir tepi jalan.
“Kalau dibagi per hari sebenarnya kecil bagi yang sering parkir di tepi jalan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah kota perlu melakukan sosialisasi dan melibatkan berbagai pihak sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
“Harus disosialisasikan dulu dan melibatkan akademisi, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat agar kebijakan ini benar-benar matang,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026












