KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Jumlah pengunjung Museum Kayu di Tenggarong mengalami penurunan menjelang hingga setelah Idulfitri 1447 Hijriah. Penurunan ini disebut dipicu oleh semakin banyaknya destinasi wisata baru di sejumlah wilayah.
Koordinator Museum Kayu, Sophyan Hadi, mengungkapkan bahwa pada periode 18 hingga 25 Maret 2026, jumlah pengunjung hanya sekitar 250 orang. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Penurunan ini terjadi karena masyarakat kini punya lebih banyak pilihan wisata, terutama dengan munculnya destinasi baru di Kota Bangun, Muara Muntai, dan Teluk Dalam,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Meski demikian, Museum Kayu tetap menjadi salah satu destinasi wisata edukatif unggulan di Kutai Kartanegara. Museum ini menyimpan lebih dari 300 jenis kayu khas Kalimantan Timur, seperti ulin, bengkirai, hingga kayu membatu.
Museum Kayu buka pukul 09.00 hingga 17.00 WITA saat akhir pekan dan hingga pukul 16.00 WITA pada hari biasa. Tarif masuk ditetapkan Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.
Pengelola berharap jumlah kunjungan dapat kembali meningkat pada momentum libur Lebaran berikutnya.
Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2026












