KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menyoroti pentingnya transformasi pendidikan sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi IV DPRD Kota Samarinda dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Selasa (5/5/2026), di Gedung DPRD Samarinda.
Dalam rapat tersebut, berbagai isu dibahas, mulai dari implementasi kurikulum terbaru hingga pelaksanaan program pembangunan fisik di jenjang pendidikan dasar dan menengah, termasuk TK dan PAUD.
Ismail mengakui bahwa dinamika dalam dunia pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun, ia menegaskan bahwa setiap persoalan harus direspons secara cepat melalui solusi yang tepat dan kolaboratif.
“Permasalahan dalam pendidikan itu hal yang wajar, karena ini bagian dari proses. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencari solusi terbaik yang bisa dijalankan,” ungkapnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, perubahan zaman menuntut sistem pendidikan untuk lebih adaptif, terutama di era digital yang telah mengubah pola belajar sekaligus memperluas ruang persaingan.
“Sekarang persaingan tidak lagi terbatas di tingkat daerah. Anak-anak kita akan berhadapan dengan kompetisi di tingkat nasional bahkan internasional. Ini yang harus kita siapkan sejak dini,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan pendidikan ke depan tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik semata. Pengembangan kecerdasan majemuk atau multiple intelligence, seperti keterampilan sosial, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis, harus menjadi perhatian utama.
Ia juga menilai bahwa aktivitas di luar ruang kelas memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kompetensi siswa. Keterlibatan dalam organisasi maupun kegiatan ekstrakurikuler dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar.
“Pengalaman di luar kelas sangat penting, karena di situlah siswa bisa mengasah kemampuan lain yang tidak selalu didapatkan di dalam ruang belajar formal,” katanya.
Meski demikian, Ismail tetap mengingatkan bahwa pendidikan formal harus diselesaikan dengan baik sebagai fondasi utama, termasuk dalam memenuhi kebutuhan administratif seperti ijazah.
Di akhir pernyataannya, ia optimistis generasi muda Samarinda memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing, selama didukung dengan peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan.
“Peluang itu terbuka luas. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas dan kemampuan agar bisa bersaing,” tutupnya.
ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












