Menu

Mode Gelap
IKN–Unhas Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong SDM dan Riset untuk Nusantara Bang Sukri Wafat, Dunia Pers Kaltim Kehilangan Sosok Penggerak Media Siber Ketua JMSI Kaltim Wafat, Dunia Pers Berduka DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Jaga Ketertiban HKBP Gelar Konser di IKN, Suasana Kebersamaan Terasa

BERITA DAERAH · 8 Sep 2025 10:15 WITA ·

Ancaman Punahnya Bahasa Daerah di Kukar, Disdikbud Dorong Pelestarian Lewat FTBI


 Foto bersama pemenang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Sabtu (6/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Foto bersama pemenang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Sabtu (6/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menyoroti kondisi bahasa daerah yang semakin memprihatinkan. Banyak bahasa ibu di Kukar yang kini mengalami penurunan jumlah penutur, bahkan ada yang terancam punah akibat gempuran budaya luar dan derasnya arus informasi melalui media sosial.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa ancaman ini nyata dan perlu ditangani secara serius. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.

“Pelestarian bahasa ibu saat ini sangat memprihatinkan. Banyak bahasa daerah yang terancam punah. Karena itu, melalui FTBI ini kita berupaya menjaga dan mewariskan bahasa daerah khususnya kepada adik-adik kita di sekolah,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Puji menambahkan, FTBI merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dirancang untuk memperkuat identitas budaya bangsa. Agenda ini dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, berlanjut ke provinsi, hingga puncaknya di tingkat nasional.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar. Budaya asing dengan mudah masuk lewat media sosial dan teknologi digital, sehingga berpotensi mengikis penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak ada kesadaran sejak dini, bisa jadi bahasa daerah kita hanya akan menjadi cerita tanpa penutur di masa depan,” jelasnya.

Disdikbud Kukar berharap melalui FTBI dan program-program kebudayaan lainnya, siswa semakin bangga menggunakan bahasa ibu mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif guru, orang tua, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian bahasa daerah. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bang Sukri Wafat, Dunia Pers Kaltim Kehilangan Sosok Penggerak Media Siber

17 April 2026 - 11:00 WITA

Ketua JMSI Kaltim Wafat, Dunia Pers Berduka

17 April 2026 - 08:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Jaga Ketertiban

16 April 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Harap Kajari Baru Tingkatkan Penegakan Hukum

16 April 2026 - 11:00 WITA

Sekda Samarinda Yakin Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

Serah Terima Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Dikuatkan

16 April 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH