Menu

Mode Gelap
KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

BERITA DAERAH · 8 Sep 2025 12:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Generasi Muda Cinta Bahasa Ibu


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media pada Sabtu (6/9/2025), generasi muda agar peduli dan mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Puji Utomo, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media pada Sabtu (6/9/2025), generasi muda agar peduli dan mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengajak generasi muda agar peduli dan mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa. Ajakan ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, saat menyoroti kondisi bahasa daerah yang kian terdesak oleh budaya global.

Menurut Puji, banyak bahasa daerah kini mengalami penurunan jumlah penutur, bahkan ada yang terancam punah. Salah satu penyebabnya adalah gempuran budaya luar melalui media sosial yang begitu masif.

“Generasi muda sekarang lebih sering menggunakan bahasa asing atau bahasa gaul, sementara bahasa ibu semakin jarang dipakai. Kalau kondisi ini dibiarkan, lama-lama bahasa daerah kita bisa hilang,” tuturnya, Sabtu (6/9/2025).

Puji menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa daerah sejak usia sekolah. Anak-anak, kata dia, harus didorong untuk tidak hanya fasih berbahasa Indonesia, tetapi juga bangga menggunakan bahasa ibu mereka sendiri dalam keseharian.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah, mereka akan merasa memiliki dan bangga dengan identitas budayanya,” jelasnya.

Selain itu, peran guru dan orang tua dianggap sangat penting dalam menanamkan nilai kecintaan terhadap bahasa ibu. Sekolah dapat menjadi wadah pembelajaran, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama yang menanamkan kebiasaan berbahasa daerah.

Puji juga menegaskan bahwa mencintai bahasa ibu bukan berarti menolak modernisasi, melainkan menjaga keseimbangan antara menguasai bahasa global dan tetap mempertahankan warisan budaya sendiri.

“Generasi muda harus bisa menghadapi era globalisasi, tapi jangan sampai meninggalkan akar budayanya. Bahasa ibu adalah salah satu warisan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ke depan, Disdikbud Kukar akan terus menggencarkan program pelestarian bahasa daerah, termasuk dengan melibatkan sekolah, komunitas budaya, dan masyarakat luas. Harapannya, generasi muda Kukar tetap bangga berbahasa daerah di tengah derasnya arus globalisasi. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif

16 Juli 2026 - 12:00 WITA

Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

15 Juli 2026 - 13:00 WITA

Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi

14 Juli 2026 - 18:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

14 Juli 2026 - 14:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Catat 1.176 Pelamar, Pemkab Fokus Perkecil Kesenjangan Kompetensi Pencari Kerja

14 Juli 2026 - 13:00 WITA

Masuk Tahap Kasasi, Kuasa Hukum Ernie Minta KY dan Bawas MA Awasi Sengketa Lahan Samarinda

14 Juli 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH