KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara resmi menutup rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten tahun 2025. Grand Final ajang bergengsi pelestarian bahasa daerah ini digelar di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, pada Sabtu (6/9/2025).
Kegiatan yang diikuti sekitar 280 peserta dari jenjang SD dan SMP ini berlangsung meriah sejak babak penyisihan hingga final. Peserta tampil dalam berbagai cabang lomba, mulai dari membaca puisi, berpidato, menembangkan tarsul, hingga membawakan tingkilan menggunakan bahasa daerah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan FTBI di Kukar. Menurutnya, dukungan penuh dari Disdikbud Kukar, Pemkab, kepala sekolah, guru pendamping, hingga orang tua, membuat kegiatan ini berjalan sukses.
“Anak-anak tampil sangat bagus dan percaya diri. Walaupun ada penilaian untuk menentukan juara 1, 2, dan 3, secara keseluruhan mereka luar biasa. Saya bangga menyaksikan langsung penampilan mereka,” ujar Asep Juanda.
Ia menambahkan, pemenang juara 1, 2, dan 3 nantinya akan mewakili Kukar dalam FTBI tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda pada 15–17 Oktober 2025. Dari tingkat provinsi, pemenang akan melangkah ke tingkat nasional yang digelar Badan Bahasa di Jakarta.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa FTBI merupakan program nasional dari Kemendikbudristek yang bertujuan melestarikan bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan.
“Banyak bahasa daerah yang penuturnya semakin sedikit, bahkan ada yang punah. Karena itu melalui FTBI ini kita ingin menanamkan kepedulian kepada generasi muda agar tetap mencintai bahasa ibu mereka,” jelas Puji.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan media sosial. Salah satu caranya, kata Puji, adalah dengan aktif membaca literatur berbahasa daerah, mempelajari budaya lokal, serta mengikuti kegiatan kebudayaan di daerah masing-masing.
Dalam pesannya, Puji memberikan motivasi bagi seluruh peserta. “Bagi yang belum lolos ke grand final, jangan berkecil hati, karena kalian tetap bagian penting dari pelestarian bahasa ibu. Sementara bagi yang berhasil juara, jangan cepat puas. Teruslah belajar dan kembangkan kemampuan agar bahasa daerah kita tetap lestari,” ujarnya.
FTBI 2025 di Kukar menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang bangga berbahasa daerah sekaligus menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman. (ADV/DisdikbudKukar)
Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady












