Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

BERITA DAERAH · 23 Apr 2026 15:30 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Struktur Ekonomi, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Kuat


 Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait penilaian DPRD bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Pansus LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait penilaian DPRD bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Pansus LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

Wakil Ketua Pansus, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa meskipun capaian pertumbuhan ekonomi Samarinda tergolong tinggi, kualitasnya perlu ditinjau lebih dalam. Menurutnya, pertumbuhan yang baik tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari kekuatan struktur ekonomi yang menopangnya.

“Angka pertumbuhan memang menggembirakan, tapi kita perlu melihat apakah struktur ekonominya sudah kuat dan berimbang,” ujarnya usai rapat pembahasan.

Dalam evaluasi tersebut, DPRD mengacu pada indikator dalam dokumen RPJMD, seperti laju pertumbuhan ekonomi, rasio gini, serta kontribusi sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini masih didominasi oleh sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Kondisi ini dinilai berisiko jika terjadi tekanan pada sektor-sektor tersebut.

“Ketergantungan pada sektor tertentu membuat ekonomi kita rentan terhadap guncangan. Ini yang harus kita antisipasi,” jelasnya.

Abdul Rohim mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai memperkuat sektor alternatif yang memiliki potensi besar, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, hingga perdagangan skala kecil. Menurutnya, penguatan sektor-sektor ini tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap PDRB, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja.

Selain itu, DPRD juga menyoroti kemandirian fiskal daerah yang dinilai masih terbatas. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut masih sangat bergantung pada pajak, yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi.

“Ketika ekonomi melemah, kemampuan masyarakat membayar pajak juga turun. Ini langsung berdampak pada pendapatan daerah,” tegasnya.

DPRD berkomitmen menjadikan temuan ini sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah kota, agar kebijakan pembangunan ke depan lebih fokus pada diversifikasi ekonomi guna menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH