Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis, 58 Orang Diamankan Polisi PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

BERITA DAERAH · 23 Apr 2026 15:30 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Struktur Ekonomi, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Kuat


 Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait penilaian DPRD bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Pansus LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait penilaian DPRD bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Pansus LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai struktur pertumbuhan ekonomi daerah masih belum kokoh karena bergantung pada sektor tertentu. Hal ini mencuat dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah yang menyoroti arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

Wakil Ketua Pansus, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa meskipun capaian pertumbuhan ekonomi Samarinda tergolong tinggi, kualitasnya perlu ditinjau lebih dalam. Menurutnya, pertumbuhan yang baik tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari kekuatan struktur ekonomi yang menopangnya.

“Angka pertumbuhan memang menggembirakan, tapi kita perlu melihat apakah struktur ekonominya sudah kuat dan berimbang,” ujarnya usai rapat pembahasan.

Dalam evaluasi tersebut, DPRD mengacu pada indikator dalam dokumen RPJMD, seperti laju pertumbuhan ekonomi, rasio gini, serta kontribusi sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini masih didominasi oleh sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Kondisi ini dinilai berisiko jika terjadi tekanan pada sektor-sektor tersebut.

“Ketergantungan pada sektor tertentu membuat ekonomi kita rentan terhadap guncangan. Ini yang harus kita antisipasi,” jelasnya.

Abdul Rohim mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai memperkuat sektor alternatif yang memiliki potensi besar, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, hingga perdagangan skala kecil. Menurutnya, penguatan sektor-sektor ini tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap PDRB, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja.

Selain itu, DPRD juga menyoroti kemandirian fiskal daerah yang dinilai masih terbatas. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut masih sangat bergantung pada pajak, yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi.

“Ketika ekonomi melemah, kemampuan masyarakat membayar pajak juga turun. Ini langsung berdampak pada pendapatan daerah,” tegasnya.

DPRD berkomitmen menjadikan temuan ini sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah kota, agar kebijakan pembangunan ke depan lebih fokus pada diversifikasi ekonomi guna menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH