Menu

Mode Gelap
Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih Sebagai Ketua dan Sekertaris AMSI Wilayah Kepri Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026 Harga Terjangkau untuk Warga, Otorita IKN Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Kawasan Nusantara Otorita IKN Terus Hadirkan Program Cek Kesehatan Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Nusantara Sosialisasi SPBE dan Pemerintahan Digital Dorong Akselerasi Transformasi Menuju Indonesia Digital 2045

SENI BUDAYA · 10 Okt 2023 00:14 WITA ·

Prosesi Merbahkan Tiang Ayu


 Prosesi Merbahkan Tiang Ayu Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Merebahkan Tiang Ayu merupakan prosesi sakral terakhir yang menandai berakhirnya perhelatan Erau AdatvPelas Benua.

Pada prosesi ini, pusaka Sangkoh Piatu atau Tiang Ayu yang selama 7 hari 7 malam didirikan di tengah ruang Stinggil Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kembali direbahkan pada posisi semula.

Ritual merebahkan Tiang Ayu ini diselenggarakan saat matahari mulai meninggi di ufuk Timur atau di pagi hari. Menjelang upacara, para pangkon laki dan pangkon bini mulai duduk berjajar di sisi kanan dan kiri di ruang Stinggil.

Ditengah ruangan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin dan para kerabat Kesultanan berjajar menghadap ke Sangkoh Piatu dan Tiang Ayu.

Belian laki dan belian bini duduk di sisi kanan dan kiri dari susunan tambak karang yang dilapis selembar kasur kuning, tempat pembaringan Sangkoh Piatu atau Tiang Ayu.

Setelah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin hadir di ruangan, prosesi pun di mulai. Empat orang kerabat Kesultanan berjajar di sisi Sangkoh Piatu.

Selanjutnya, Sangkoh Piatu atau Tiang Ayu digoyangkan seperti menggoyangkan batang pohon untuk menumbangkannya. Setelah itu, barulah Sangkoh Piatu di rebahkan di atas kasur berwarna kuning.

Selepas prosesi merebahkan Tiang Ayu, segenap kerabat Kesultanan, belian laki, belian bini, pangkon laki, pangkon bini serta tamu undangan memberikan selamat dan sembah hormat kepada Sultan atas terselenggaranya Erau.

Perayaan ritual yang berusia ratusan tahun ini pun berakhir dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa .(adm_alf/ik)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rayakan Ragam Kesenian Nusantara:Otorita IKN Gelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekraf

7 Desember 2025 - 13:15 WITA

Prosesi Merebahkan Tiang Ayu, Tanda Berakhirnya Erau Adat Kutai 2025

29 September 2025 - 13:15 WITA

Ritual Sakral Hingga Belimbur Warnai Penutup Erau Adat Kutai 2025

29 September 2025 - 11:15 WITA

Hari Ketujuh Erau, Ritual Mengulur Naga Jadi Puncak Kemeriahan

29 September 2025 - 10:15 WITA

Malam Ketujuh Erau Adat Kutai, Ritual Menyisik Lembuswana dan Seluang Mudik Betebak Beras Warnai Prosesi Sakral

29 September 2025 - 09:15 WITA

Erau 2025 Angkat Pariwisata dan Ekonomi Lokal, Tradisi Beseprah Jadi Magnet Wisata Budaya

25 September 2025 - 15:15 WITA

Trending di BERITA DAERAH