Menu ✖

Mode Gelap
PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

BERITA DAERAH · 9 Mar 2026 12:00 WITA ·

Suparno Dukung Pembatasan Medsos Anak, Soroti Bahaya Kecanduan Gadget


 Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, memberikan keterangan kepada awak media terkait dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, memberikan keterangan kepada awak media terkait dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat yang akan membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun. Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gadget yang semakin tidak terkendali.

Pernyataan itu disampaikan Suparno kepada awak media usai menghadiri Musyawarah Cabang VI PAN dan kegiatan buka puasa bersama di Samarinda, Minggu (8/3/2026).

Ia menilai penggunaan ponsel oleh anak-anak saat ini sering kali tidak diawasi dengan baik oleh orang tua. Bahkan, tidak sedikit orang tua memberikan ponsel agar anak tetap tenang saat mereka beraktivitas.

“Kadang anak kecil diberi HP supaya diam sementara orang tuanya beraktivitas. Padahal kita tidak tahu apa yang mereka lihat dan tonton di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Suparno, anak-anak kini mudah mengakses berbagai permainan maupun konten digital tanpa kontrol yang memadai. Karena itu, pembatasan akses berdasarkan usia dinilai dapat membantu mengurangi dampak buruk media sosial.

“Kalau ada pembatasan sesuai usia, itu justru lebih baik. Karena kecanduan gadget sekarang ini sudah sangat meresahkan,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk mendukung kebijakan tersebut karena dinilai sebagai upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda.

“Saya kira orang tua harus bersyukur, karena pemerintah ikut membantu menjaga anak-anak kita untuk masa depan mereka,” ucapnya.

Selain itu, Suparno juga menyoroti dampak kesehatan akibat penggunaan gadget berlebihan. Menurutnya, kini banyak anak sekolah dasar yang sudah mengalami gangguan penglihatan.

“Sekarang kita lihat anak-anak SD sudah banyak yang memakai kacamata tebal. Ini salah satu dampak penggunaan gadget sejak usia dini,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Hadir untuk Korban Kebakaran Danau Aji, Salurkan Bantuan Bahan Pokok

9 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Perketat Aturan Reklame, Bangunan Liar Terancam Dibongkar

9 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Arie Wibowo Ingatkan Pemkot Samarinda, Penanganan Banjir Jangan Kalah dari Penataan Kota

9 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis Hotel di Samarinda, Helmi Abdullah Dorong Strategi Baru

9 Oktober 2026 - 14:00 WITA

AMSI Kaltim Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Balikpapan, Bahas Akurasi Informasi dan Regulasi Media

9 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH