Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

SENI BUDAYA · 27 Sep 2023 11:43 WITA ·

Meriahkan Erau Adat Pelas Benua 2023, Oltrad Behempas Bantal Banyak Diminati Berbagai Kalangan


 Meriahkan Erau Adat Pelas Benua 2023, Oltrad Behempas Bantal Banyak Diminati Berbagai Kalangan Perbesar

KutaiPanrita.id – Behempas bantal merupakan salah satu jenis olahraga tradisional Kutai yang masih eksis hingga sekarang.

Olahraga ini diminati berbagai kalangan, baik pria maupun wanita. Tak hanya kalangan remaja dari usia sekolah, bahkan kaum ibu pun menyukai ajang adu ketangkasan ini.

Secara harfiah, behempas bantal dapat diartikan sebagai memukul lawan hingga jatuh dengan menggunakan bantal.

Sesuai namanya, senjata utama yang digunakan para petarung dadakan ini adalah bantal panjang seberat kurang lebih 1-2 kilogram.

Olahraga ini dimainkan satu lawan satu. Setiap pemain menggunakan salah satu tangan untuk memegang bantal.

Satu tangan yang lainnya tidak boleh digunakan dan harus diletakkan di bagian belakang tubuh.

Dalam setiap pertandingan, pemain dari dua kubu akan saling bertemu di atas sebatang kayu dengan posisi duduk berhadapan. Kayu yang digunakan kurang lebih memiliki panjang sekitar 3 meter.

Kayu tersebut melintang setinggi kurang lebih 120 centimeter di atas area permainan. Di bagian bawah batang kayu tersebut, terdapat kasur busa.

Behempas bantal dimainkan dalam dua babak. Pemenang dari setiap babak ditentukan oleh kemampuan menjatuhkan lawannya dari atas batang kayu.

Jika dalam dua babak diperoleh hasil imbang, akan dimainkan babak tambahan. Jika saat babak tambahan hasilnya masih imbang atau tidak ada salah satu di antara pemain yang tumbang, pemenang ditentukan dengan pengundian menggunakan koin.

Permainan ini membutuhkan kelihaian para pemain dalam mengatur strategi. Untuk memenangkan setiap babak, tidak saja dibutuhkan kekuatan dalam memukul, tetapi kemampuan menjaga stamina selama babak berlangsung.

Biasanya, seiring berjalannya waktu, kekuatan pemain untuk memukul semakin berkurang dan kemampuan untuk tetap bertahan di atas batang pun semakin melemah.

Karena itulah, kunci utama dalam memenangkan permainan ini adalah menyeimbangkan antara tenaga yang digunakan untuk memukul dengan tenaga yang digunakan untuk bertahan.(ik)

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Tekankan Pelestarian Budaya dan Kesehatan Masyarakat

20 September 2026 - 12:00 WITA

Tiang Ayu Berdiri, Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

Diiringi Gendang dan Gong, Merangin Tandai Dimulainya Perjalanan Sakral Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

Menjamu Benua Jadi Ritual Sambut Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 17:00 WITA

Beluluh Awal Sultan Tandai Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH