Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto IKN dan Korea Selatan Bangun Pusat Smart City Senilai Rp115,9 Miliar DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda Oknum Satpam Pasar di Samboja Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

BERITA DAERAH · 29 Apr 2026 16:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Kekurangan Guru, Minta Pemetaan Berbasis Data


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik yang lebih terukur dan berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Hal ini disampaikannya kepada awak media, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai, kekurangan guru yang terjadi saat ini tidak hanya soal jumlah, tetapi juga disebabkan distribusi yang belum merata serta minimnya pemetaan kebutuhan di tiap sekolah. “Harus ada pemetaan detail per bidang studi,” ujarnya.

Menurut Anhar, mata pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, dan kimia menjadi yang paling terdampak kekurangan tenaga pengajar. Kondisi ini dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu kualitas pembelajaran.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan pendidikan, termasuk rencana penyesuaian atau penutupan program studi keguruan, tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi daerah. “Jangan samakan semua daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perpindahan guru ke luar daerah yang turut memperparah kekurangan tenaga pendidik di Samarinda, di tengah terbatasnya lulusan lokal yang sesuai kebutuhan.

Meski demikian, Anhar menilai perekrutan tenaga pengajar dari luar daerah tetap diperbolehkan selama berbasis kompetensi. “Yang penting kompetensi,” katanya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara pendidikan, khususnya SMK, dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan lebih mudah terserap. “Harus sesuai kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Anhar turut menyinggung tingginya tingkat pengangguran di Samarinda meski didukung anggaran besar. Ia menilai hal ini menunjukkan belum optimalnya keterkaitan antara pendidikan, dunia kerja, dan ekonomi daerah. “Dampaknya ke masyarakat belum maksimal,” pungkasnya.

DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki distribusi tenaga pendidik dan menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kota Pasuruan Pelajari Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Samarinda

18 Juni 2026 - 16:00 WITA

Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

18 Juni 2026 - 14:00 WITA

ALFI Kaltim Dorong Penataan Pergudangan Teuku Umar Cegah Kecelakaan Truk Gandeng

18 Juni 2026 - 13:00 WITA

BPS Samarinda Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Berjalan Lancar

18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Uji Publik Raperda Pemakaman Umum, DPRD Samarinda Dorong Partisipasi Masyarakat

18 Juni 2026 - 11:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Percepatan Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Kebutuhan Pemakaman Kian Mendesak

17 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH