Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Respon Penghentian Dapur MBG, Tekankan Pemenuhan Standar Indonesia Dorong Standar Global Royalti Musik di Forum ASEAN CMO 2026 #NgobroldiMeta di Yogyakarta, AMSI dan Meta Dorong Adaptasi AI di Redaksi AMSI Protes Pembatasan Konten Magdalene, Minta Dewan Pers Turun Tangan Donor Darah dan Skrining Diabetes di IKN, Perkuat Kesadaran Kesehatan

SENI BUDAYA · 2 Okt 2023 13:39 WITA ·

Prosesi Ritual Beluluh Sultan Selama Erau


 Ritual ini dinamakan Beluluh, yang dimaksudkan untuk mensucikan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadpura ke-XXI Aji Muhammad Arifin dari berbagai unsur kejahatan, baik yang terlihat maupun yang tak terlihat.(Foto : Awal) Perbesar

Ritual ini dinamakan Beluluh, yang dimaksudkan untuk mensucikan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadpura ke-XXI Aji Muhammad Arifin dari berbagai unsur kejahatan, baik yang terlihat maupun yang tak terlihat.(Foto : Awal)

KutaiPanrita.id – Selama upacara Erau Adat Pelas Benua digelar, setiap hari di area depan Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman dilaksanakan sebuah ritual khusus.

Ritual ini dinamakan Beluluh, yang dimaksudkan untuk mensucikan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadpura ke-XXI Aji Muhammad Arifin dari berbagai unsur kejahatan, baik yang terlihat maupun yang tak terlihat.

Ritual  ini sendiri dilaksanakan pada sore hari ini, dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin akan didudukkan di sebuah balai serta menjalani sejumlah prosesi ritual tersebut.

Saat ritual Beluluh dimulai, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin didudukkan sejenak di atas tilam kasturi. Tak berapa lama, Sultan pun bangkit dan menaiki balai bambu dengan memijak pada pusaka batu tijakan.

kemudian Sultan duduk di bagian tertinggi dari balai, di bawah ikatan daun beringin dan dipayungi selembar kain kuning yang disebut kirab tuhing serta selanjutnya dilakukan prosesi tepong tawar.

Pada prosesi ini, Belian Bini memercikkan air kembang ke sekeliling Sultan. Selanjutnya, Sultan mengusap kepalanya dengan air tersebut dan Belian Bini akan menaburkan beras kuning ke arah Sultan.

Setelah tepong tawar selesai, kemudian dilanjutkan dengan prosesi menarik ketikai lepas. Pada ritual ini, Sultan akan memegang salah satu ujung dari anyaman daun tersebut, sedangkan ujung lainnya akan ditarik oleh seorang tamu kehormatan.

Biasanya pada ritual ini kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadirpura menunjuk para pejabat daerah atau tamu kehormatan secara khusus, dan prosesi ini menjadi penutup dari  ritual Beluluh.

Untuk diketahaui, Beluluh berasal dari gabungan kata “Buluh” yang berarti batang bambu dan “Luluh” yang berarti musnah.

Nama itu mengacu pada balai bambu bertingkat tiga yang digunakan sebagai singgasana bagi Sultan dalam upacara tersebut.

Balai ini diletakkan di atas sebuah lukisan tambak karang, kaki-kakinya dihiasi daun kelapa, dan pada setiap sudut diletakkan sejenis sesajian yang disebut peduduk.

Berdasarkan kepercayaan setempat, unsur jahat di sekeliling Sultan harus diluluhkan di atas balai bambu tersebut.(adm_alf/ik)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Simfoni Swara Nusantara Semarakkan KIPP IKN, Perpaduan Musik dan Budaya Hidupkan Suasana

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

Reog Ponorogo Semarakkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Kunjungi Ruang Publik Baru IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

Pelipur Lara Di Temindung, Petala Borneo Hidupkan Nafas Musik Tradisi

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Rayakan Ragam Kesenian Nusantara:Otorita IKN Gelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekraf

7 Desember 2025 - 13:15 WITA

Prosesi Merebahkan Tiang Ayu, Tanda Berakhirnya Erau Adat Kutai 2025

29 September 2025 - 13:15 WITA

Ritual Sakral Hingga Belimbur Warnai Penutup Erau Adat Kutai 2025

29 September 2025 - 11:15 WITA

Trending di SENI BUDAYA