Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

SENI BUDAYA · 2 Okt 2023 14:05 WITA ·

Prosesi Ritual Nyisik Lembuswana, Bepelas dan Belimbur Beras


 Prosesi ritual menyisik Lembuswana mulai dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin dan para kerabat berdiri dari duduk bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana.(Foto : Awal) Perbesar

Prosesi ritual menyisik Lembuswana mulai dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin dan para kerabat berdiri dari duduk bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana.(Foto : Awal)

KutaiPanrita.id – Ritual menyisik Lembuswana, Bepelas Sultan dan Belimbur Beras merupakan prosesi pertanda Erau Adat Pelas Benua akan berakhir.

Mulai dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin dan para kerabat berdiri dari duduk bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana.

Tiap orang meletakkan mata uang kertas maupun logam ke bagian tubuh yaitu di kepala yang bermahkota, belalai, kaki, ekor, sayap hingga sisik dengan menghaturkan niat masing-masing terhadap pemaknaan simbol dalam diri Lembuswana.

Usai ritual menyisik Lembuswana dilanjutkan dengan sejumlah prosesi didalam keraton seperti tari Sakral Ganjur dan upacara ritual lainnya.

Setelah melakukan sejumlah prosesi, Sultan Adji Muhammad Arifin pun langsung menghadap ke Tiang Ayu sambil berjalan memegang tali Juwitan dan kain Cinde untuk melaksanakan ritual Bepelas yang diiringi dentuman meriam.

Usai melakukan ritual Bepelas selanjutnya dilaksanakan sejumlah prosesi didalam Keraton, yang diikuti para kerabat Kesultanan dan para tamu undangan.

“Malam ini kita melaksanakan Seluang Mudik, sebelum besok kita melaksanakan prosesi ngulur Naga. Seluang Mudik Sendiri dimaknakan seperti ikan seluang yang kembali kehabitatnya. Artinya, kita malam ini ada menyisik Lembuswana, menjuluk buah Bawal, dan terakhir Belimbur Beras. Dan kesemuanya itu melambangkan kemakmuran rakyat kutai,” terang, Raden Dedy Hartono, Kerabat Kesultanan Kutai Ing Martadipura.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin beserta kerabat melakukan prosesi Belimbur Beras yang di ikuti para tamu undangan yang hadir dengan sukaria.(Foto : Awal)

Setelah melakukan sejumlah ritual sakral, kemudian Sultan Adji Muhammad Arifin beserta kerabat melakukan prosesi Belimbur Beras yang di ikuti para tamu undangan yang hadir dengan sukaria.

Prosesi ini digelar dalam keraton usai ritual menyisik Lembuswana dan Bepelas Sultan yang berarti Erau akan berakhir sebelum menuju ke prosesi selanjutnya. (adm_alf)

Artikel ini telah dibaca 188 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Tekankan Pelestarian Budaya dan Kesehatan Masyarakat

20 September 2026 - 12:00 WITA

Tiang Ayu Berdiri, Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

Diiringi Gendang dan Gong, Merangin Tandai Dimulainya Perjalanan Sakral Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

Menjamu Benua Jadi Ritual Sambut Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 17:00 WITA

Beluluh Awal Sultan Tandai Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH