Menu

Mode Gelap
Waspada Karhutla Saat El Niño, Laporkan Kejadian Melalui Panic Button Aplikasi IKNOW Otorita IKN Berangkatkan Tujuh Putra Daerah ke Universitas Brawijaya Lewat Beasiswa Penuh DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

NASIONAL · 23 Jan 2026 10:00 WITA ·

Wakil Ketua AMSI Pusat: Kunci Media Bertahan Adalah Konten Yang Relevan Dengan Audiens


 Wakil Ketua AMSI Pusat, Citra Dyah Prastuti (kanan) bersama Ketua AMSI Papua Jean Bisay (kiri). Dok Panitia Festival Media se-Papua. Perbesar

Wakil Ketua AMSI Pusat, Citra Dyah Prastuti (kanan) bersama Ketua AMSI Papua Jean Bisay (kiri). Dok Panitia Festival Media se-Papua.

KUTAIPANRITA.ID, NABIRE, PAPUA TENGAH – Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, Citra Dyah Prastusti, menekankan pentingnya membuat konten media yang relevan bagi audiens sebagai kunci bertahan di tengah ketatnya persaingan industri media saat ini.

Hal ini disampaikan Citra dalam workshop sesi ke-4 bertajuk “Konten Lokal, Untung Global: Model Bisnis Media Siber Papua” pada Festival Media Se-Tanah Papua di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah pada Rabu siang (14/1/2026).

Workshop yang dimoderatori Jean Bisay, wartawan Jubi yang juga Ketua AMSI Tanah Papua, ini digelar sebagai bagian dari festival yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) yang berlangsung tiga hari pada 13-15 Januari 2026.

Citra menjelaskan bahwa untuk membuat konten yang relevan, media perlu mengetahui siapa audiens yang disasar, memahami kebutuhan mereka, lalu memberikan jawaban atas kebutuhan tersebut.

“Salah satu kuncinya menjadikan konten media relevan bagi audiens. Artinya, kita perlu tahu siapa saja audiens yang disasar, lalu mengetahui apa kebutuhannya, lalu memberikan jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujar Citra kepada wartawan usai memaparkan materi.

Ia memperingatkan bahwa jika media tidak relevan, maka akan dijauhi oleh audiens dan tidak berguna. Padahal, fungsi pers menurut Undang-Undang Pers adalah memberikan informasi kepada publik.

“Kalau tidak begitu, maka media tidak relevan bagi audiens, akan dijauhi oleh audiens dan tidak berguna jadinya media. Padahal fungsi pers menurut undang-undang adalah memberikan informasi kepada publik. Dan untuk itu kita perlu bekerja keras supaya tetap relevan dan dibutuhkan,” tegasnya.

Citra mengapresiasi tingginya antusiasme peserta Festival Media Se-Tanah Papua, baik dari kalangan media maupun pelajar dan mahasiswa.

“Saya senang sekali bisa berada di Festival Media Se-Tanah Papua karena melihat bagaimana antusiasme teman-teman media, juga siswa dan mahasiswa, untuk bekerja keras mendorong media menjadi lebih baik,” katanya.

Ia mencontohkan pertanyaan dari siswa tentang kecanduan media sosial dan bagaimana perusahaan pers bisa bertahan sebagai bukti adanya semangat yang perlu diolah bersama.

“Artinya ada semangat di situ yang perlu diolah teman-teman media supaya jadi semangat energi bersama,” tambahnya.

Citra menilai Festival Media Se-Tanah Papua merupakan ajang yang baik untuk konsolidasi antarmedia, saling belajar, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda memahami cara kerja media.

“Festival Media Se-Tanah Papua ini adalah ajang yang baik untuk media berkonsolidasi, saling belajar satu sama lain. Juga bagi teman-teman audiens, anak-anak muda, untuk kemudian belajar bagaimana cara media bekerja,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa industri media tetap membutuhkan generasi muda untuk terlibat dalam menjaga akses informasi kepada publik.

“Kita di industri media tetap butuh generasi-generasi muda untuk mau ikut terlibat di dalam media, untuk sama-sama menjaga akses informasi kepada publik,” pungkasnya.

Festival Media Se-Tanah Papua yang berlangsung 13-15 Januari 2026 di Nabire ini dihadiri 149 jurnalis dari 6 provinsi di Tanah Papua, serta pelajar dan mahasiswa sebagai peserta, dengan berbagai kegiatan termasuk pelatihan jurnalistik investigasi, talk show, pameran foto, dan malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026. (*)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pakar Hukum Pidana Soroti Penyidikan Korupsi Bertahun-tahun, Minta Aparat Segera Beri Kepastian Hukum

20 Juni 2026 - 15:00 WITA

AMSI Kecam Dugaan Teror terhadap Floresa.co, Desak Perlindungan Kebebasan Pers

12 Juni 2026 - 12:00 WITA

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta, Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik di Era AI

12 Juni 2026 - 11:00 WITA

Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Dokumen

6 Juni 2026 - 15:30 WITA

Rita Widyasari: Kegiatan Sosial Bersumber dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

6 Juni 2026 - 15:00 WITA

Rita Widyasari Minta Proses Hukum Pertimbangkan Sejarah Kepemilikan Perusahaan

6 Juni 2026 - 14:30 WITA

Trending di NASIONAL