Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

SENI BUDAYA · 19 Agu 2025 17:15 WITA ·

Lanjong Art Festival 2025 Hadir Kembali, Angkat Tema “Habis Barat Terbitlah Timur”


 Tim Lanjong Art Festival 2025 menggelar bincang sore dan temu media di Kong Djie Cafe, Tenggarong, Selasa (19/8/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Tim Lanjong Art Festival 2025 menggelar bincang sore dan temu media di Kong Djie Cafe, Tenggarong, Selasa (19/8/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setelah vakum sejak 2017, Lanjong Art Festival kembali digelar tahun ini dengan persiapan yang semakin matang. Event seni berskala internasional itu akan berlangsung pada 22–27 Agustus 2025 di Ladaya, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), dengan mengusung tema “Habis Barat Terbitlah Timur”.

Direktur Lanjong Art Festival, Mimi Nuryanti, dalam acara bincang sore dan temu media di Kong Djie Cafe, Tenggarong, Selasa (19/8/2025) mengatakan, kembalinya festival ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat seni terhadap ruang pertemuan yang berkualitas.

“Sejak 2017 festival ini terhenti, dan tahun 2025 menjadi momentum yang spesial. Lanjong Art Festival bukan sekadar event hiburan, melainkan ruang ekosistem seni dan kebudayaan dengan nilai yang lebih dalam,” ujar Mimi.

Festival tahun ini menghadirkan tiga program utama. Pertama, kompetisi teater nasional yang dikurasi oleh tiga tokoh besar, yakni ABS Marandana, Iswadi Pratama, dan Prof. Yudiaryani, satu-satunya profesor teater perempuan di Indonesia. Dari hasil kurasi, terpilih 11 kelompok teater dari berbagai daerah di Indonesia yang akan tampil di Ladaya.

Kedua, workshop lintas pengetahuan, yang mempertemukan para maestro seni dengan generasi muda teater. Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan untuk memperkaya pengalaman dan jejaring para pelaku seni.

Ketiga, eksibisi seni multidisiplin yang menghadirkan seniman internasional. Antara lain Shue (seniman butoh dari Singapura), Larissa Umatia (Brasil), serta seniman dari Jepang dan Indonesia, termasuk Kang Panjisakti (Mawang). “Ini bukan soal popularitas, melainkan membangun distribusi pengetahuan lintas batas,” tambah Mimi.

Selain itu, Lanjong Art Festival juga menyiapkan karya kolaboratif yang akan dipentaskan pada 27 Agustus. Proyek ini dipimpin oleh sutradara Kang Yusef Muldiana bersama para seniman multidisiplin. Pertunjukan kolaboratif tersebut hanya bisa disaksikan sekali di Ladaya sebagai hadiah khusus bagi Kutai Kartanegara.

Festival juga akan dilengkapi dengan sarasehan kebudayaan dan instalasi seni yang sudah dipersiapkan sejak lima bulan terakhir. Instalasi tersebut dirancang untuk merepresentasikan nilai tema besar festival sekaligus menghadirkan pengalaman artistik yang berbeda bagi pengunjung.

“Kami berharap masyarakat bisa hadir langsung ke Ladaya. Karena atmosfer seni itu hanya bisa dirasakan secara nyata, bukan melalui layar,” tegas Mimi.

Lanjong Art Festival 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan seni dan kebudayaan di Kalimantan Timur, sekaligus mempertegas posisi Kutai Kartanegara di peta kesenian nasional bahkan internasional.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Erau 2026 Dimulai, Pemkab Kukar Gandeng Kejaksaan Kawal Kegiatan dan Pulihkan Aset Daerah

20 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Erau 2026 Tak Sekadar Perayaan, Kesultanan Dorong Pelestarian Nilai Adat dan Budaya

20 Agustus 2026 - 13:00 WITA

Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat: Warisan Leluhur Harus Tetap Lestari

16 Juni 2026 - 12:00 WITA

FESTIVAL BUDAYA DAYAK KENYAH 2026

16 Juni 2026 - 09:00 WITA

Dari Mahakam ke Panggung Nasional, Achmad Fauzi Satukan Tingkilan dan Keroncong dalam “Rampak Jreng”

12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH